Peneliti dari Newcastle University Berhasil Ciptakan Sperma In-vitro Derived atau Sperma Sistetis

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Ilmuwan dari Newcastle University, Inggris, mengklaim telah berhasil menumbuhkan sperma in-vitro derived (IVD) yaitu sperma sintetis pertama di dunia. Sperma buatan tersebut ditumbuhkan dari sel batang embrionik. Hal itu dilakukan demi meningkatkan prospek pengobatan kesuburan kaum pria.

Sperma IVD yang dikembangkan para peneliti di Newcastle University di bawah pimpinan Profesor Karim Nayemia memiliki karakteristik yang sama dengan sperma asli. Sperma IVD juga memiliki haploid nucleus dengan 23 kromosomnya, ekor, dan kemampuan berenang.

Kehadiran sperma sintetis tersebut diharapkan akan memberikan peluang untuk menumbuhkan sel reproduktif baru dari sel batang, sehingga memungkinkan seorang pria mandul untuk kembali memiliki anak yang sah secara genetik sebagai anaknya. Namun kendala utama adalah membutuhkan perubahan undang-undang mengingat penggunaan sperma sintetis semacam sperma IVD tersebut telah dilarang di Inggris.

Selain itu, penelitian tersebut menunjukkan memang mustahil membentuk sperma sintetis dari sel batang perempuan yang pernah dilontarkan sebelumnya oleh Nayemia. Wanita memang bisa menciptakan sperma. Namun, untuk menciptakan sperma yang benar-benar matang, dibutuhkan kromosom Y yang hanya terdapat di pria. Dengan demikian, pasangan lesbian sekalipun tidak akan memiliki anak tanpa sperma seorang pria. (Media Indonesia, Sperma Sintetis Ditemukan, Kamis 9 Juli 2009)


Iklan