Peneliti Queen’s University Belfast kembangkan Spectroscopy Nanopartikel Untuk Deteksi Senjata Kimia Dalam Hitungan Detik

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Para ilmuwan di Queen’s University Belfast sedang mengembangkan alat sensor baru untuk mendeteksi agen kimia dan obat-obatan ilegal serta akan membantu dalam memerangi ancaman serangan teroris. Perangkat ini menggunakan bantalan gel khusus untuk ‘ditempelkan’ pada seseorang atau olah TKP untuk mengumpulkan sampel yang kemudian dianalisa oleh sebuah alat scanning yang dapat mendeteksi keberadaan bahan kimia dalam hitungan detik.

Hal ini akan memungkinkan cara lebih baik dan lebih cepat dalam mengambil keputusan yang akan dibuat sebagai tanggapan terhadap ancaman teroris. Alat scanning akan menggunakan Raman Spectroscopy dan sinar laser akan menyala pada sampel yang dicurigai serta mengukur energi cahaya yang menyebarkan untuk menentukan jenis senyawa kimia yang terkandung. Alat ini mampu mendeteksi partikel dalam skala terkecil secara lebih cepat dan lebih akurat. Biasanya jenis spektroskopi cenderung tidak cukup peka untuk mendeteksi konsentrasi rendah bahan kimia. Namun alat ini, sampel dicampur dengan nano partikel perak untuk memperkuat sinyal senyawa terkecil sekalipun sehingga jejak bisa dideteksi.

Dr Steven Bell dari Queen’s University Belfast yang memimpin penelitian mengatakan: “Meskipun proyek belum selesai, Namun telah selesai sebagian besar pekerjaan awal dan sekarang pada tahap yang menyenangkan di mana kita meletakkan berbagai pendapat bersama-sama untuk menghasilkan perangkat sensor yang terintegrasi. Untuk masa depan, kami berharap untuk dapat memanfaatkan penelitian ini dan memperluas jangkauan deteksi bahan kimia dan obat-obatan.”

Diharapkan sensor baru juga akan menjadi dasar untuk mengembangkan ‘breathalyzer’ alat yang bisa sangat berguna untuk pengujian obat di lapangan seperti polisi mengambil sampel untuk mendeteksi breathalyzer alkohol. Saat ini, petugas kepolisian hanya dapat menggunakan Field Impairment Test untuk menentukan apakah seseorang mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan.

Untuk memastikan teknologi yang relevan, anggota staf senior dari FSNI (Forensic Science Northern Ireland) akan memberikan masukan yang signifikan dalam aspek operasional teknologi dan memberikan respon tentang bagaimana hal itu dapat digunakan dalam praktek oleh komunitas pengguna yang lebih luas. Stan Brown, Kepala Eksekutif FSNI berkata: “Kami menganggap pekerjaan yang sedang dilakukan oleh para peneliti di Queen’s University sangat penting dan sangat bermanfaat dalam mendorong maju efektivitas, efisiensi, dan kecepatan praktek ilmu forensik.

Kombinasi dari penelitian mutakhir dan pengalaman dari praktisi FSNI yang telah terbukti sangat bermanfaat dan cenderung mengarah pada perkembangan yang signifikan dalam metodologi forensik di berbagai specialisms.” Di masa depan teknologi ini bisa memiliki sejumlah aplikasi-aplikasi penting (sciencedaily)

Iklan