Penyakit Hati Golongan Hepatitis C

10 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Derita pada hati, yang dikenal dengan sebutan hepatitis, sesungguhnya bisa dipicu oleh beberapa jenis virus. Hingga kini ada tujuh virus yang diberi nama sesuai abjad: A, B, C, D, E, G, dan TT. Perbedaannya terletak pada derajat infeksi dan kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan mulai dari peradangan hingga kanker pada hati. Paling umum ditemukan kasusnya adalah hepatitis A, B, dan C. Di antara ketiga jenis hepatitis ini, hanya virus hepatitis C yang belum ditemukan vaksin pencegahannya.

Penularan virus hepatitis C (VHC) begitu cepat, selain itu virus ini amat produktif, per hari bisa mencapai 10 triliun virus dan secara genetik juga bervariasi. Dengan angka mutasi tinggi pula, sering muncul virus mutan yang dapat menghindar dari antibodi tubuh. VHC juga tidak pandang bulu. Semua orang berisiko tertular virus hepatitis C. Bahaya pun mengancam hati karena termasuk organ tubuh terpenting karena fungsi hati terdiri dari 500 poin.

Virus menyebar melalui darah dan cairan tubuh, serta masuk melalui, seperti:

  1. Transfusi darah
  2. Hubungan seks yang tidak aman
  3. Tato, tindik, dan injeksi

Virus tersebut menempel pada manusia tanpa menimbulkan berbagai gejala secara langsung, sebanyak 90 persen kasus hampir tanpa gejala. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan hepatitis C yang tidak disadari oleh pembawa virus. Virus ini sudah menjelajahi dunia. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penduduk yang terkena virus itu sekitar 3 persen atau 170 juta orang, dengan 3-4 juta kasus baru setiap tahunnya. Dengan mengacu pada data tersebut, diprediksi penderita hepatitis C di Indonesia mencapai 7 juta orang.

Tanpa vaksin, tak pandang bulu, dan tanpa gejala menyebabkan penyakit ini menyebar dengan cepat. Jika tidak ditangani, penderitan akan mengalami hepatitis kronis, pengerasan hati, hingga kanker hati. Kondisi ini akan memperberat beban kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Data di Amerika Seniat, menunjukkan, dalam 10-20 tahun hepatitis C kronis bisa menjadi beban kesehatan karena penderita dalam level ringan beranjak ke kelas berat dan akhirnya menderita kanker hati. Berdasarkan data tersebut tersebut ada kenaikan 60 persen kanker hati, 68 persen kenaikan hepatoma (kanker hati primer), 279 persen kenaikan dekompensasi hati (dimana fungsi hati sangat buruk), 528 persen kebutuhan untuk trunsplatasi, dan 223 persen peningkatan kematian karenaa penyakit hati.

Hepatitis C kronis adalah peradangan hati yang telah menahun serta bisa memicu kerusakan sel hati, yang kemudian menjadi sirosis (pengerasan hati), gagal fungsi hati, dan kanker hati yang berujung pada kematian. Perjalanannya dapat berlangsung hingga 20-30 tahun. Pada akhirnya, 80 persen hati yang terinfeksi akan masuk ke dalam fase kronis. Dari jumlah tersebut, sering kali 25 persennya akan mengalami sirosis dan kanker hati.

Hati adalah organ terbesar kedua di dalam tubuh setelah kulit. Beratnya sekitar 1,25 kilogram. Dengan ukuran sebesar bola rugby, manusia tidak dapat hidup tanpanya. Kerusakan hati akan menghambat kemampuan hati untuk melawan infeksi serta menjalankan fungsi lainnya. Pemeriksaan diri secara mandiri juga membuka peluang keberhasilan penatalaksanaan penyakit. Meski dapat menyebabkan komplikasi berat, kemajuan pengobatan memberi peluang besar bagi yang terinfeksi untuk sembuh.

Keberhasilan pengobatan penyakit ini mencapai 85 persen, bergantung pada faktor usia, jenis kelamin, berat badan, serta jumlah dan tipe virus. Semakin tua usia akan semakin sulit diobati, dan peluang perempuan untuk sembuh lebih besar daripada laki-laki. Kelebihan berat badan juga membuat keberhasilan sembuh lebih rendah. (Sumber: Koran Tempo, ”Sakit Hati Golongan C”, Kamis 11 Juni 2009).

Iklan