Perdebatan Penggunaan Teknologi Tinggi Pada Pakaian Renang

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Isu penerapan teknologi untuk pakaian renang kembali memunculkan perdebatan. Setelah menyita perhatian publik pada tahun 2008, isu tersebut muncul lagi pada tahun 2009, ketika Federasi Renang Amatir Internasional atau FINA, berusaha mengumumkan daftar pakaian renang yang dinyatakan sah. Pada Februari 2008, produsen pakaian renang Speedo meluncurkan produk berteknologi tinggi, LZR, mengadopsi teknologi yang dimiliki badan antariksa nasional Amerika Serikat, NASA. Pakaian renang LZR kemudian memicu persaingan teknologi antar produsen baju renang.

Persaingan berdampak luar biasa pada tingkat riil, sejak Februari 2008, sebanyak 120 rekor dunia berhasil dipecahkan. Situasi itu menimbulkan kegelisahan, beberapa kalangan menggugat, sejauhmana teknologi pakaian renang bisa dikembangkan tanpa membuat olahraga itu menjadi bertumpu sepenuhnya kepada teknologi.

Federasi Renang Amatir Internasional (FINA) sebagai otoritas resmi turun tangan dan berusaha untuk menuntaskan isu teknologi pakaian renang, pada bulan Juli 2009, FINA melarang sejumlah model pakaian renang yang dinilai terlalu menguntungkan perenang. Pada Senin 22 Juni 2009, FINA mengeluarkan lagi daftar pakaian renang yang dinyatakan legal. Di dalam daftar tersebut terdapat pakaian renang yang sebelumnya dilarang. Pakaian-pakaian ini boleh dipakai dalam kejuaraan dunia atau sepanjang tahun 2009 karena pihak produsen sudah memodifikasinya.

Sebanyak 100 lebih merek pakaian renang yang disahkan FINA untuk dipakai dalam kejuaraan dunia. Organisasi induk olahraga akuatik menyatakan, produsen yang pakaiannya disahkan sudah melakukan modifikasi. Pakaian mereka sudah tidak lagi membuat efek “jebakan udara” yang bisa meningkatkan kecepatan.

Di antara pakaian yang mendapat persetujuan itu adalah Jaked 01 yang dipakai perenang Perancis, Frederick Bousquet, saat memecahkan rekor dunia 50 meter gaya bebas putra, pada April 2009 yang hingga akhir Juli, rekor Bousquet belum disetujui karena menunggu hasil uji doping. Berbeda dengan nasib Bousquet yang tidak terganjal persoalan pakaian renang, atlet Perancis lainnya, Alain Bernard, mengalami kendala dengan baju renang. Saat memecahkan rekor dunia 100 meter gaya bebas, Bernard memakai Arena X-Glide, pakaian renang yang belum disahkan FINA. Rekor Bernard pun ditolak.

Bernard memperbarui rekor dunia 100 meter gaya bebas menjadi 46,94 detik, tercatat sebagai manusia pertama sepanjang sejarah yang berenang sejauh 100 meter dalam tempo kurang dari 47 detik. Rekor dunia 100 meter gaya bebas yang masih diakui FINA adalah 47,05 detik, yang dihasilkan oleh Eamon Sullivan asal Australia pada semifinal Olimpiade 2008. Penyesalan atas keputusan FINA juga disampaikan Federasi Renang Jepang. Rekor dunia 200 meter gaya punggung yang dihasilkan Ryosuke Irie pada Mei 2009 dinyatakan tidak sah. Saat itu Irie memakai baju buatan produsen Jepang, Descante. (Kompas, ”Isu Baju Renang Memanas”, Rabu 24 Juni 2009).


Iklan