Petirtaan Air Panas dari Abad VIII Masa Mataram Diekskavasi dalam Kondisi Nyaris Sempurna

9 tahun ago kesimpulan 0

+ Petirtaan memiliki panjang 5,9 meter, lebar 5,1 meter, dan kedalaman 1,5 meter.
+ Temuan sekitar 10 batu candi dan potongan arca setinggi 40 centimeter.
+ Arca Shiwa dan arca sepasang gajah mengapit undak batu menuju ke dalam petirtaan

(kesimpulan) Petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, Selasa 21 Juli 2009, berhasil memunculkan bentuk petirtaan di Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dalam keadaan nyaris sempurna. Ekskavasi selama tiga pekan terakhir juga menemukan jejak candi di sisi selatan petirtaan yang diduga berasal dari abad ke-8 tersebut.

Air hangat langsung memenuhi petirtaan itu, meski bagian dasarnya masih belum semuanya dikeruk. Masih tersisa tanah sekitar 1 meter dari dasar petirtaan. Di sisi selatan pagar petirtaan terdapat rongga khusus yang diperkirakan untuk meletakkan sesajian atau penerangan. Setelah diukur ulang petirtaan itu memiliki panjang 5,9 meter, lebar 5,1 meter, dan kedalaman 1,5 meter.

Adriyanto, petugas penggambaran Sub-kelompok Pemugaran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, mengatakan bahwa temuan sekitar 10 batu yang diduga bagian dari sebuah candi. Termasuk ada potongan arca setinggi 40 centimeter di luar petirtaan, di sisi selatan. Bisa jadi akibat longsor, candi itu sebagian terlempar ke petirtaan. Petugas juga menemukan arca Shiwa di bagian dalam petirtaan serta arca sepasang gajah mengapit undak-undakan batu menuju ke dalam petirtaan. Tanah selebar 0,5 meter dari tepi petirtaan sudah dipotong untuk mencegah longsor.

Setelah diekskavasi, petirtaan tersebut bisa langsung dimanfaatkan warga karena kondisinya nyaris sempurna. Hanya tampak sedikit pergeseran batu. Gelembung air terlihat muncul di sisi selatan petirtaan. Air tersebut diperkirakan mengandung belerang. Petugas tinggal menunggu datangnya mesin penyedot air supaya tanah yang tersisa bisa digali. Wagiyo, Koordinator Lapangan Pemugaran Candi Ngempon, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah, mengatakan masih menunggu informasi dari arkeolog, agar petirtaan sudah boleh digunakan umum.

Petirtaan tersebut ditemukan akhir Juni 2009 dan mulai diekskavasi awal Juli. Lokasinya berada di tepi Sungai Banjaran, sekitar 200 meter dari Candi Ngempon yang dibangun pada abad ke-8, masa Mataram kuno. Petirtaan itu diperkirakan merupakan lokasi untuk bersuci sebelum memasuki kompleks candi. Nurcholis (58), pemilik lahan temuan petirtaan, meminta tanah miliknya dengan dimensi 11 meter x 11 meter tidak dibeli, tetapi disewa. Dia khawatir uangnya akan langsung habis jika tanahnya dibeli pemerintah. (Kompas, Petirtaan Abad VIII Dalam Kondisi Nyaris Sempurna, Rabu 22 Juli 2009)

Iklan