Polri Mengawasi Kegiatan Dakwah Islam Selama Ramadhan Dalam Upaya Memberantas Terorisme

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Terkait dengan upaya pemberantasan terorisme, Polri berencana akan mengawasi kegiatan dakwah Islam selama Ramadhan. Aktivitas dakwah selama Ramadan akan mendapat perhatian dan polisi seiring isu terorisme. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna di kantomya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, mengatakan, seandainya dakwah berkait dengan provokasi, dengan melanggar hukum, pasti akan ditindak. Selama Ramadan, polisi akan meningkatkan pengawasan ke penjuru wilayah Indonesia.

Hal ini karena terorisme masih menjadi momok paling menakutkan. Polisi akan mengikuti (aktivitas dakwah), akan menempel lebih terbuka dan terus memantau. Operasi ini digelar untuk mengantisipasi adanya perekrutan teroris pada momen Ramadan. Selain buron paling dicari, Noordin M Top, polisi masih mencari empat tersangka teroris yang diduga tersangkut born Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, 17 Juli lalu. Mereka adalah Syaifudin Zuhri, Mohamad Syahrir, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Ario Sudarso.

Direktur Operasional Imparsial, Rusdi Marpaung, minggu 23 Agustus 2009, menyatakan, tidak masalah dengan pengawasan pihak kepolisian terhadap ceramah maupun dakwah jika dilakukan dalam batas wajar. Dalam melakukan pengawasan, aparat tidak perlu menggunakan seragam. Dalam melakukan penanganan kasus ekstraordinari memang diperlukan upaya ekstra. Tapi Rusdi mengingatkan, hendaknya aparat juga menghormati hak-hak dasar warga negara. Harus ada keseimbangan antara kepentingan keamanan dengan hak kebebasan warga negara (Suara Merdeka, Senin 24 agustus 2009)

Iklan