Primata Transgenik Pertama di Dunia

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Ilmuwan Jepang telah melakukan percobaan pada seekor monyet untuk membuat pendar hijau pada sel-sel tubuh monyet, termasuk sel telur dan sperma. Percobaan tersebut berhasil ketika gen itu menurun pada empat ekor anak monyet yang dilahirkan. Keempatnya merupakan hasil teknologi transgenik pertama pada primata. Tidak semua hewan selamat saat tubuhnya dimasuki gen asing. Bagi yang berhasil, gen tersebut diturunkan pada anak-anaknya.

“Ini sungguh sebuah keberhasilan besar,” kata Shoukhrat Mitalipov, ahli biologi pengembangan di Oregon National Primate Research Center in Beaverton. Percobaan sebelumnya pada spesies primata gagal diturunkan pada anaknya. Keberhasilan ini berarti bahwa genetik tersebut akan bisa dikembangbiakkan melalui proses reproduksi biasa.

Monyet transgenik tersebut bisa digunakan untuk mempelajari penyakit-penyakit dan perilaku menyimpang akibat gangguan pada struktur otak. Menurut Hideyuki Okano of Keio University School of Medicine in Tokyo, mitra dari periset tersebut, penemuan ini bisa memberikan harapan pada penyakit keturunan. Mitalipov juga merencanakan untuk menggunakan metode transgenik untuk mempelajari penyakit Parkinson dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig.

Saat ini kebanyakan penelitian akan penyakit manusia menggunakan mencit sebagai model, tetapi itu tak mencukupi untuk penyakit keturunan dan yang berkaitan dengan gangguan otak. “Banyak penyakit yang hanya bisa dimodelkan melalui primata,” kata Mitalipov. (Sumber: Kompas, 1 Mei 2009, ” Primata Transgenik Pertama di Dunia”)

Iklan