Produk dan Khasiat Jambu Biji (Psidium guajava L)

10 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Potensi jambu biji di Indonesia untuk dijadikan obat alternatif terhadap berbagai penyakit memiliki peluang sangat besar, karena mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau. Jambu biji (Psidium guajava L.) juga dikenal dengan nama Glima Breueh (Aceh), Masiambu (Nias), Jambu Biawas, Jambu Biji, Jambu Pertukal, Jambu Susu, Jambu Klutuk (Sunda). Jambu biji dalam bahasa inggris sering disebut Lambo Guava, Common Guava, Yellow Guava, atau Apple Guava. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa selain sebagai sumber vitamin C, jambu biji juga merupakan obat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diabetes melitus, demam berdarah, dan diare.

Tanaman jambu biji berasal dari Brazilia Amerika Tengah. Jambu biji yang berkembang di Indonesia terdiri dari beberapa varietas yaitu: Jambu Sukun (jambu tanpa biji, tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali), Jambu Bangkok, Jambu Susu, Jambu Merah, Jambu Pasar Minggu, Jambu Sari, Jambu Apel, Jambu Palembang, dan Jambu Merah Getas.

Tanaman jambu biji merupakan tanaman buah jenis perdu, dengan batang yang memiliki kulit kayu bersisik coklat kehijauan, bunganya berwarna putih dan wangi, daun tumbuh menyilang dengan tangkai yang pendek, panjang daun hingga 15 cm. Buah jambu biji berbentuk bulat atau oval. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 9 meter. Selain buahnya, bagian dari tanaman ini yang sering digunakan sebagai obat yaitu daunnya. Daun jambu biji biasa digunakan sebagai minuman seperti halnya teh.

KOMPOSISI

Buah Jambu Biji

Buah jambu biji mengandung berbagai zat yang berfungsi sebagai penghambat berbagai jenis penyakit, diantaranya jenis flavonoid, minyak atsiri, dan juga terdapat saponin berkombinasi dengan asam oleanolat, Morin-3-O-±-L-lyxopyranoside, dan morin-3-O-±-Larabopyranoside dan flavonoid, guaijavarin, dan quercetin. Komposisi kimia jambu biji sebagai berikut:

Proximates
Water (g) 80.80 / Energy (kcal) 68 / Energy (kj) 285 / Protein (g) 2.55 / Total lipid (fat) (g) 0.95 / Ash (g) 1.39 / Carbohydrate, by difference (g) 14.32 / Fiber, total dietary (g) 5.4 / Sugars, total (g) 8.92
Minerals
Calcium, Ca (mg) 18 / Iron, Fe (mg) 0.26 / Magnesium, Mg (mg) 22 / Phosphorus, P (mg) 40 / Potassium, K (mg) 417 / Sodium, Na (mg) 2 / Zinc, Zn (mg) 0.23 / Copper, Cu (mg) 0.230 / Manganese, Mn (mg) 0.150 / Selenium, Se (mcg) 0.6
Vitamins
Vitamin C, total ascorbic acid (mg) 228.3 / Thiamin (mg) 0.067 / Riboflavin (mg) 0.040 Niacin (mg) 1.084 / Pantothenic acid (mg) 0.451 / Vitamin B-6 (mg) 0.110 / Folate, total (mcg) 49 / Folic acid (mcg) 0 / Folate, food (mcg) 49 / Folate, DFE (mcg) DFE 49 / Vitamin B-12 (mcg) 0.00 / Vitamin B-12, added (mcg) 0.00 / Vitamin A, IU IU 624 / Vitamin A, RAE (mcg) RAE 31 / Retinol (mcg) 0 0 0 / Vitamin E (alpha-tocopherol) (mg) 0.73 / Vitamin E, added (mg) 0.00 / Vitamin K (phylloquinone) (mcg) 2.6
Lipids
Fatty acids, total saturated (g) 0.272 / Fatty acids, total monounsaturated (g) 0.087 / Fatty acids, total polyunsaturated (g) 0.401 / Cholesterol (mg) 0
Amino acids
Tryptophan (g) 0.022 / Threonine (g) 0.096 / Isoleucine (g) 0.093 / Leucine (g) 0.171 / Lysine (g) 0.072 / Methionine (g) 0.016 / Phenylalanine (g) 0.006 / Tyrosine (g) 0.031 / Valine (g) 0.087 / Arginine (g) 0.065 / Histidine (g) 0.022 / Alanine (g) 0.128 / Aspartic acid (g) 0.162 / Glutamic acid (g) 0.333 / Glycine (g) 0.128 / Proline (g) 0.078 / Serine (g) 0.075
Other
Alcohol, ethyl (g) 0.0 / Caffeine (mg) 0 / Theobromine (mg) 0 / Carotene, beta (mcg) 374
Carotene, alpha (mcg) 0 / Cryptoxanthin, beta (mcg) 0 / Lycopene (mcg) 5204 / Lutein + zeaxanthin (mcg) 0

Kandungan karbohidrat yang dihasilkan 100 gram jambu biji sebesar 14,32 gram; ditetapkan berdasarkan perhitungan Carbohydrate by difference yang dilakukan dengan cara menghitung selisih pengurangan total kandungan jambu biji dikurangi kandungan total lemak, total protein, air, dan mineral. Dari 14.32 gram karbohidrat dihasilkan 285 kj kalori.

Selain itu buah jambu biji juga mengandung beberapa jenis minyak atsiri. Kandungan minyak atsiri sebagai berikut:

hexanal 65.9% / γ-butyrolactone (7.6%) / (E)-2-hexenal (7.4%) / (E)-2-hexenal (7.4%) / (E,E)-2,4-hexadienal (2.2%) / (Z)-3-hexenal (2%) / (Z)-2-hexenal (1%) / (Z)-3-hexenyl acetate (1.3%) / phenol (1.6%) / β-caryophyllene (24.1%) / nerolidol (17.3%) / 3-phenylpropyl acetate (5.3%) / caryophyllene oxide (5.1%).

Daun Jambu Biji

Daun jambu biji mengandung total minyak 6% dan minyak atsiri 0,365%, 3,15% resin, 8,5% tannin, dan lain-lain. Komposisi utama minyak atsiri yaitu ±-pinene, ²-pinene limonene, menthol, terpenyl acetate, isopropyl alcohol, longicyclene, caryophyllene, ²- bisabolene, caryophyllene oxide, ²-copanene, farnesene, humulene, selinene, cardinene and curcumene. Minyak atsiri dari daun jambu biji juga mengandung nerolidiol, ²-sitosterol, ursolic, crategolic, dan guayavolic acids. Selain itu juga mengandung minyak atsiri yang kaya akan cineol dan empat triterpenic acids sebaik ketiga jenis flavonoid yaitu; quercetin, 3-L-4-4-arabinofuranoside (avicularin) dan 3-L-4-pyranoside dengan aktivitas anti bakteri yang tinggi.

SEBAGAI OBAT

Diabetes Melitus

Ekstrak buah dan daun jambu biji mengandung guava polyphenol yang bersifat anti oksidan. Konsumsi ekstrak jambu biji tidak menurunkan kandungan glukosa dalam darah pada jangka waktu cepat setelah pemberian glukosa. Tetapi kandungan glukosa dalam darah menurun dalam jangka waktu lama setelah pemberian ekstrak jambu biji. Penurunan kandungan glukosa dalam darah disebabkan karena adanya stimulasi sekresi insulin setelah mengkonsumsi ekstrak buah jambu biji dalam jangka waktu lama. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya kandungan insulin dalam darah setelah pemberian ekstrak jambu biji. Penelitian menggunakan jus jambu biji yang dilarutkan dalam air konsentrasi 25% yang dikonsumsi selama 32 minggu.

Diare

Daun jambu biji mengandung tanin dan zat lain seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Ekstrak daun jambu biji dalam etanol, aseton, dan air dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare yaitu Staphylococcus aureus dan E. Coli.

Ekstrak etanol daun jambu biji daging buah putih memiliki kemampuan hambat bakteri yang lebih besar daripada jambu biji daging buah merah (KHM terhadap Escherichia coli (60mg/ml vs >100mg/ml), Shigella dysenteriae (30mg/ml vs 70mg/ml), Shigella flexneri (40mg/ml vs 60mg/ml), dan Salmonella typhi (40mg/ml vs 60mg/ml). Efektivitas ekstrak daun jambu biji daging buah putih dibandingkan dengan yang berwarna merah sebagai anti-diare berdasarkan aktivitas antimikroba, konsistensi feses, berat feses, waktu diare, dan uji waktu lintas usus.

Demam Berdarah

Ekstrak daun jambu biji dipastikan bisa menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD). Bahan itu juga mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping. Pada penelitian tersebut digunakan hewan model mencit dengan pemberian oral ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Selain itu ekstrak daun jambu biji terbukti dapat meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Peningkatan tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak daun jambu biji dikonsumsi. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak toksik.

Ekstrak daun jambu biji dijadikan obat antivirus dengue berupa suplemen dalam bentuk kapsul dan sirup untuk menghambat pertumbuhan virus penyebab demam berdarah karena mengandung kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin. Quersetin dan rutin merupakan senyawa-senyawa flavonoid yang biasa ditemukan dalam kelas Angiosermae. Quersetin adalah senyawa golongan flavonoid jenis flavonol dan flavon, senyawa ini banyak terdapat pada tanaman famili myrtaceae dan solanacea. Telah dikenal sejumlah glikosida flavonol yaitu turunan dari quersetin, diantaranya adalah quersetin–3-Lrhamonoside atau quersitrin yang digunakan untuk pewarna tekstil, quersetin–3-rutinoside yang biasa disebut rutin dan quersetin 3 glukoside atau isoquersitrin yang berkhasiat diantaranya untuk mengobati kerapuhan pembuluh kapiler pada manusia. Senyawa rutin terdapat dalam tanaman tembakau dari famili Solanaceae dan Eucalyptus macrorynh dari familia Myrtaceae.

Quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yaitu enzim yang diperlukan oleh virus untuk mereplikasi diri, sehingga Quersetin dapat menghambat pertumbuhan virus berinti RNA. Virus Dengue merupakan virus RNA untai tunggal, genus flavovirus, terdiri dari 4 serotipe yaitu Den-1, 2, 3 dan 4. Struktur antigen ke-4 serotipe ini sangat mirip satu dengan yang lain, namun antibodi terhadap masing-masing serotipe tidak dapat saling memberikan perlindungan silang. Variasi genetik berbeda pada ke-4 serotipe ini tidak hanya menyangkut antar serotipe, tetapi juga didalam serotipe itu sendiri tergantung waktu dan daerah penyebarannya. Pada masing-masing segmen codon, variasi diantara serotipe dapat mencapai 2,6-11,0% pada tingkat nukleotida dan 1,3-7,7% untuk tingkat protein.

PRODUK OLAHAN

Bubur

Bubur (Puree) merupakan produk antara dari pengolahan buah-buahan dan merupakan bahan baku industri jus, sirup serta industri pangan lainnya. Produk berbentuk bubur akan memudahkan dalam transportasi, mutu produk lebih konsisten dan daya simpan lebih lama sehingga kontinuitas bahan baku untuk industri lanjutan dapat terjamin.

Pasta

Pasta jambu biji atau keju jambu biji dibuat dengan cara menguapkan daging buah dicampur gula, yang dimakan sebagai kue manis.

Pengalengan

Dehidrasi irisan-irisan bagian luar buah tanpa biji untuk dijadikan produk yang dikalengkan. Dikupas, dibelah dua dan direbus dalam sirup encer, kemudian dikalengkan, serta sari buah dan nektar juga diawetkan secara demikian.

Teh

Daun jambu biji mengandung banyak phenolic phytokimia yang dapat menghambat reaksi peroksidasi di dalam tubuh sehingga dapat mencegah dari berbagai penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan jantung. Ekstrak teh daun jambu biji dapat menghambat aktifitas radikal bebas, sehingga teh daun jambu biji dapat dijadikan suplemen minuman kesehatan.

Tepung

Tepung jambu biji merupakan sumber yang baik untuk vitamin C dan pektin.Tepung jambu biji dapat digunakan untuk membuat minuman instan, suplemen dalam makanan bayi, dan berbagai produk lainnya. Tepung jambu biji diperoleh dengan cara mengeringkan bubur jambu biji. Ada tiga metode dalam pengeringan jambu biji, yaitu: Freeze drying, Spray Drying, dan Tunnel Drying

PUSTAKA

Abreu P.R.C. et.al. 2006. Guava extract (Psidium guajava) alters the labelling of blood constituents with technetium-99m. Journal of Zhejiang University SCIENCE B, 7(6).

Bassols, F; Demole, EP. (1994) The occurrence of pentane-2-thiol in guava fruit. Journal of Essential Oil Research 6(5).

Burkill, H.M. 1997. The useful plants of West Tropical Africa. Edition 2. Vol.4. Families M-R. Royal Botanic Gardens Kew.

Chopda, Chetan A.; and Barrett, Diane. na. Optimization of guava juice and powder production. California: Department of Food Science and Technology University of California Davis.

Conde Garcia, E.A.; Nascimento, V.T.; dan Santiago Santos, A.B. 2003. Inotropic effects of extracts of Psidium guajava L. (guava) leaves on the guinea pig atrium. Brazilian Journal of Medical and Biological Research 36.

Harborne. 1987. Metode Fitokimia. Penuntun cara modern menganalisi tumbuhan. Terjemahan Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. Penerbit ITB. Bandung.

Heyne, K.1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid III. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.

I Ketut Adnyana; dkk. 2004. Efek ekstrak daun jambu biji daging buah putih dan jambu biji daging buah merah sebagai antidiare. Acta Pharmaceutica Indonesia XXIX (1).

Info Ristek. 2006. Khasiat dan Produk Olahan Jambu Biji (Psidium guajava L.). Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (LIPI), Jakarta. Vol.4, No.3, 2006.

Kemal Prihatman. 2000. TTG Budidaya Pertanian Jambu Biji/ Jambu Batu. Jakarta: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Lucas, E.; Olorunnisola, A.; and Adewole, N. 2006. Preliminary Evaluation of Guava (Psidium guajava L.) Tree Branches for Truss Fabrication in Nigeria. The CIGR Ejournal. Manuscript BC 05 010. VIII. (May).

Marcello M. Almeida; 2004. Drying of cubic guava pieces in spouted bed-part 1: fluid dynamic study. Proceedings of the 14th International Drying Symposium (IDS 2004)São Paulo, Brazil, 22-25 August 2004, vol. C.

Oliver-Bever. 1986. Bep: Medicinal Plants in tropical West Africa. Cambridge: Cambridge University Press.

Paniandy, J. C.; Chane-Ming, J.; Pieribattesti, J. C. 2000. Chemical composition of the essential oil and headspace solid-phase microextraction of the guava fruit (Psidium guajava L.). Journal of Essential Oil Research, 12(2).

Qian He dan Nihorimbere Venant. 2004. Antioksidant power of phytochemicals from Psidium guajava leaf. J Zhejiang Univ SCI, 5(6).

Robert E. Paull dan Ching Cheng Chen.na. Guava. Honolulu: Department of Tropical Plant and Soil Sciences University of Hawaii at Manoa.

Rosangela de Oliveira Teixeira1, et. Al. 2003. Assessment of two medicinal plants, Psidium guajavaL. And Achillea millefoliumL., in in vitro and in vivo assays. Genetics and Molecular Biology, 26 (4).

Sunagawa, Masonari; et.al. 2004. Plasma insulin concentration was increased by long-term ingestion of guava juice in spontaneous non-insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM) rats. Journal of Health Science, 50(6).

Vieira; et. Al. 2001. Microbicidal Effect of Medicinal Plant Extract (Psidium guajava L. and Carica papaya L.) upon Bacteria Isolated from Fish Muscle and Known to Induce Diarrhea in Children. Revista do Instituto de Medicina Tropical de Sao Paulo, May Jun 2001, 43(3).

Widyastuti Y.E., Paimin F.B. 1993. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Jakarta: Penebar Swadaya.

Yuliani,Sri; Udarno, Laba; dan Hayani, Eni. 2003. Kadar tanin dan Quersetin Tiga Tipe Daun Jambu Biji (Psidium guajava). Buletin TRO XIV (1).

Zakaria, Muhamad bin & Mohd, Mustafa Ali. 1994. Traditional Malay Medicinal Plants. Penerbit Fajar Bakti Sdn. Bhd.

Iklan