Program Perhutani Berbasis Pengelolaan Hutan Lestari Kembangkan Pestisida Nabati

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Pengembangan dan sosialisasi pestisida nabati terus dilakukan sebagai upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Kesatuan Pemangkuan Hutan atau KPH Randublatung Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah memfasilitasi petani hutan atau pesanggem 12 Lembaga Masyarakat Desa Hutan atau LMDH untuk mengembangkan pestisida nabati. Tujuannya adalah mengurangi pemakaian pestisida kimiawi untuk menciptakan hutan lestari.

Para pesanggem yang berjumlah 150 orang mendapat pembekalan dari Samsun Tarmadja, dosen Fakultas Pertanian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian, Yogyakarta. Pembekalan dilakukan sekaligus praktik membuat pestisida nabati secara mandiri. Pestisida nabati dapat dibuat dari sejumlah tanaman yang berada di sekitar hutan. Misalnya, akar jenu, daun tembakau, bawang putih, biji mahoni, daun pepaya, umbi gadung, dan rimpang.

Prinsip dasar pestisida nabati adalah mengurangi sumber hama dan penyakit serta menekan populasi hama namun ramah lingkungan. Dengan demikian, hama dan penyakit tidak merugikan petani, serta mampu mempertahankan kuantitas dan kualitas hasil tanpa mengganggu kelestarian alam.

Penggunaan pestisida nabati merupakan jenis pengendalian dan pengusiran hama yang dilakukan dengan cara mengintervensi kehidupan dan perilaku hama. Caranya adalah dengan pemakaian zat-zat pengusir hama ataupun zat penghambat pertumbuhan hama. Hal itu juga bisa dilakukan dengan cara penggunaan zat penghilang nafsu makan hama.

Cairan tuba yang berasal dari akar jenu (Denis elliptica) dapat menghilangkan nafsu makan hama keongmas, lembing, dan walang sangit. Daun tembakau (Nicotiana tabacum) berfungsi untuk mengusir hama walang sangit, lembing, kepik, dan penggerek batang. Bawang putih (Aliumsativum) untuk hama ulat daun, ulat kobis, dan ulat grayak. Pemberantasan hama dengan pestisida nabati harus diikuti dengan pengolahan lahan dan perawatan tanaman secara teratur. Misalnya, memerhatikan sanitasi lahan pertanian dan penyiangan yang teratur.

Kegiatan pengembangan dan sosialisasi pestisida nabati tersebut merupakan salah satu program Perhutani berbasis pengelolaan hutan lestari. Salah satu syarat program itu adalah membatasi penggunaan pestisida di kawasan hutan. (Kompas, ”Kembangkan Pestisida Nabati”, Edisi Jateng Senin 6 Juli 2009)