Proyek Paleo Angola yang Memiliki Museum Bawah Tanah Dinosaurus

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Angola selama ini dikenal karena minyak dan berliannya terbaik. Namun, para pemburu dinosaurus menyatakan, negara itu memiliki “museum di bawah tanah” fosil langka, beberapa di antaranya muncul ke permukaan menunggu untuk ditemukan. “Angola merupakan bagian final paleontologi,” kata Louis Jacobs dari Southern Methodist University di Dallas, Texas, yang merupakan bagian dari proyek Paleo Angola yang memburu fosil dinosaurus.

Di banyak area, ada banyak fosil benar-benar terlihat di bebatuan layaknya sebuah museum di bawah tanah. Laporan penelitian pertama tentang dinosaurus di Angola dibuat tahun 1960-an, tetapi perang berdarah melawan Portugis diikuti tiga dekade perang sipil menyebabkan tidak ada wilayah untuk peneliti. Setelah tercapai perdamaian tahun 2002, daerah itu terbuka bagi para pemburu fosil. Temuan terbesar terjadi tahun 2005 ketika Octavio Mateus dari Universitas New Lisbon menemukan 5 tulang dari lengan kiri depan dinosaurus sauropod di Iembe, yang dianggap sebagai temuan awal dari fosil di kawasan itu (Kompas, Jurassic Park Angola Terbuka, Selasa 25 Agustus 2009)