Proyek Pembangunan Kembali Jalur Kereta Api Purwokerto-Wonosobo

9 tahun ago kesimpulan 0

Selama 24 tahun jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo telah terbengkalai, oleh karena itu Direktorat Jenderal Perkeretaapian berencana menghidupkan kembali jalur KA yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1896 tersebut.

Sejak tidak berfungsi lagi, rel-rel KA menjadi arena menjemur baju bagi penduduk, bahkan bekas gerbong KA barang yang ada sejak 24 tahun silam telah ditempati menjadi rumah. Di gerbong kusam sepanjang tujuh meter dan lebar sekitar 1,9 meter tersebut menjadi tempat bermukim.

Ada dua keluarga lainnya yang mendiami bekas kompleks Stasiun Purwokerto Timur tersebut. Stasiun yang sejak tahun 1985 tidak lagi berfungsi seiring penutupan jalur KA Purwokerto-Wonosobo. Kondisi kompleks Stasiun Purwokerto sangat mengenaskan. Bangunan utama stasiun tidak terurus. Atapnya roboh di beberapa tempat. Warga membuat kandang ayam di ujung barat bangunan. Besi rel masih utuh membujur, namun tidak satu pun bantalan yang tersisa. Dua gerbong barang teronggok dan mirip monumen tua. Rumput liar tumbuh di sepanjang badan rel.

Stasiun Purwokerto Timur hanyalah satu dari sekian banyak kehancuran di bekas trek KA jurusan Purwokerto-Wonosobo. Sebagian besar kondisi jalan dan tubuh baan kini rusak. Dari total panjang aset trek 92,148 kilometer, kurang dari 10 persen yang tersisa. Jalan rel
yang ada antara lain di km 29+450 hingga km 30+950 dan km 33+350 hingga km 35+850, sisanya sudah dibongkar. Tubuh baan dipakai pihak lain seperti untuk jalan raya, rumah penduduk, persawahan, pertokoan, dan fasilitas umum lainnya.

Koordinator konsultan proyek pembangunan kembali jalur KA Purwokerto-Wonosobo, Djoko Setijowarno, mengatakan bahwa dari hasil survei, hanya jembatan baja yang tersisa 90 persen dari 54 jembatan besar yang panjangnya antara 2,0 meter-60 meter. Belum termasuk gorong-gorong dan duiker kecil. Jumlah total jembatan besar dan kecil ada 417.

Kondisi yang memprihatinkan adalah stasiun dan emplasemen yang tinggal 50 persen. Selebihnya sudah beralih fungsi atau rusak, bahkan peralatan wesel dan sintel sudah lenyap. Jalur tersebut adalah warisan Belanda sepanjang 92,148 km dan dibangun pada tahun 1896-1917. Dulu, nama jalur itu Lintas Maos-Wonosobo karena kilometer 0 dimulai dari Maos, Cilacap, dan berakhir di Wonosobo. (Sumber: Kompas, “Hidupkan, Jalur KA Purwokerto-wonosobo, Senin 15 Juni 2009).

Iklan