Quick Response (QR) Code Kompas

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) “QR code” merupakan “bar code” generasi kedua yang dikembangkan oleh Denso Wave pada tahun 1994. Berbeda dengan “bar code” yang hanya memuat data pada sisi horizontal saja, pada “QR code” memiliki data pada sisi mendatar dan tegak, jadi “QR code” dapat memuat data lebih banyak hingga 4.296 karakter huruf dan angka.

Awalnya “QR code” dipakai untuk mendata suku cadang kendaraan dalam manufaktur kendaraan bermotor, tetapi kini penggunaannya makin meluas seperti di surat kabar, kartu nama, majalah, dan iklan di “billboard”.

Harian Kompas meluncurkan penggunaan teknologi QR code yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi antara harian Kompas dan para pembacanya, yang sekarang dikenal dengan sebutan audiens karena mengandung arti interaktif, dialog langsung, antara wartawan atau editor sebagai penyaji berita dan pembacanya.

Penerapan teknologi QR code merupakan bentuk usaha Kompas dalam memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang sangat cepat. Harian tersebut menjadi yang pertama di antara surat kabar national yang menggunakan QR code setelah sebelumnya juga yang pertama memanfaatkan teknologi digital, yang dikenal sebagai Kompas e-paper.

QR code adalah sebuah kode matriks atau barcode 2 dimensi yang diciptakan perusahaan Jepang, Denso-Wave pada tahun 1994. Kata QR, kependekan dari quick response, sesuai tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dan mendapatkan respons dengan cepat. Kode tersebut amat populer di Jepang. Banyak perusahaan menggunakan untuk aktivitas pemasaran dan promosi. Hampir semua jenis ponsel di Jepang dan Korea bisa membaca QR code. Kode ini mulai digunakan di berbagai media Eropa. Di Indonesia, kode ini belum begitu dikenal.

QR code berfungsi sebagai ”jembatan” penghubung secara cepat antara konten offline dan konten online. Kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara efektif dan efisien. QR code bertindak seolah-olah hyperlink fisik yang dapat menyimpan alamat web (URL), nomor telepon, teks, serta SMS.

Untuk dapat memanfaatkan teknologi QR code, ponsel wajib memiliki akses internet. Dengan bantuan ID (nomor digit), QR code tidak hanya dapat dibaca lewat ponsel berkamera, tapi juga dengan ponsel tanpa kamera. Pada ponsel berkamera, QR code bisa dibaca melalui aplikasi jenis QR code reader. Khusus ponsel keluaran Nokia seri NE, aplikasi reader ini sudah tersedia (pre-installed) dan langsung bisa digunakan. Untuk ponsel lainnya, aplikasi reader wajib diinstalasikan. Di internet tersedia berbagai aplikasi reader yang bisa diunduh cuma-cuma. Anda dapat mengunduh lewat sarana yang disediakan KOMPAS.com, di alamat http://dakode.mobi. Jenis ponsel akan dideteksi secara otomatis dan kemudian sistem akan memberikan pilihan beberapa aplikasi reader. Kemudian download salah satu aplikasi dan instalasikan di ponsel.

Untuk membaca QR code, jalankan aplikasi reader dan arahkan kamera ponsel ke letak QR code. Dengan cara memotret barcode dua dimensi itu, kemudian akan mendapatkan konten digital yang relevan, merupakan pengayaan berita, kalau QR code ditempelkan dengan berita. Konten situs jaringan tersebut bisa berupa berita lebih lengkap, grafis, foto-foto tambahan, bahkan videonya. Lebih dari itu, juga dapat menyampaikan respons pengguna berupa masukan atau opini ke reporter/editor.

Pada ponsel tanpa kamera, QR code tetap dapat diakses. Pertama, jalankan aplikasi browser yang ada di ponsel dan ketikkan URL http://grcd.kompas.com. Pada halaman yang muncul, masukkan ID atau 7 digit nomor yang tertera di bawah kode. Klik tombol Go dan selesai, untuk mendapatkan informasi atau konten digital terkait.

Pemakaian QR code juga bisa untuk memberikan konten multimedia sebuah iklan. Pengiklan dapat memanfaatkan untuk memperluas product knowledge pelanggan dengan penjelasan tekstual atau penayangan video interaktif. Melalui QR code bisa mendapat respons pembaca lewat polling.

Dampak lain yang diharapkan dari pemanfaatan QR code adalah makin berkembangnya pembaca muda. Pelajar dapat meningkatkan pengetahuan umum melalui konten-konten yang dapat diakses dengan lebih mudah, menarik, dan lebih visual. Ini adalah satu bentuk transformasi meningkatkan pendidikan bagi kelompok pembaca muda melalui pemanfaatan perkembangan teknologi informasi. Banyak hal bisa dikembangkan untuk menambah pengetahuan pembaca dari suatu informasi yang disajikan dalam ruang terbatas di koran.

Selain itu, QR code juga bisa ditempatkan di billboard di pinggir jalan sehingga sambil lewat, orang bisa memindainya. QR code juga bisa ditempelkan di bus, kereta api, kartu nama, bahkan di topi atau t-shirt. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di http://dakode.kompas.com. (Sumber: Kompas, ”Perkaya Konten Bagi Pembaca”, Senin 15 Juni 2009).