Reaktor Nuklir Alam Purba dan Mutasi Mikroba, Apakah Awal Kehidupan?

10 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Fosil reaktor nuklir alam yang terkubur pada sedimen laut dangkal mungkin telah diurai oleh mikroba purba dan radiasi dari deposit penyumbang kehidupan modern dengan kondisi yang kaya oksigen, dan bahkan membentuk genetika keturunan dari kehidupan purba.

Reaksi nuklir alam yang terbentuk sekitar 2 milyar tahun yang lalu ditemukan di situs Oklo, kawasan Gabon, Afrika. Para ilmuwan meneliti dari adanya kuantitas isotop Uranium-235 yang sangat rendah pada bebatuan, sebuah lokasi reaksi fisi yang berkesinambungan berlangsung selama dua ratus ribu tahun. Laurence Coogan dan Jay Cullen dari University of Victoria mengatakan bahwa habitat bakteri pertama penghasil oksigen ada di danau dan laut dangkal, dan kemungkinan menciptakan lingkungan oksigen di antara dominasi nitrogen Bumi purba.

“Sebuah oasis oksigen pada daerah panas yang memiliki konsentrasi uranium tinggi,” kata Cullen, karena oksigen terlarut dalam air akan menarik uranium dari batuan dan sedimen. “Ada begitu banyak 235U dalam bentuk bongkahan berukuran bola sofbol, uranium yang akan cukup untuk membawa periode kritis,” kata Culen. Jika para peneliti benar, di mana pun ada bakteri penghasil oksigen, ada juga pada reaktor nuklir alam. Radiasi bisa merusak DNA, baik langsung dari reaktor atom atau sebagai sisa radioaktif strontium (Sr) dan iodium (I) yang masuk ke dalam rantai makanan.

Organisme yang menghasilkan oksigen pada 3 miliar tahun lalu menjadikan dirinya beracun sebagai pemijahan reaktor nuklir. Itu mungkin menjelaskan mengapa hal itu tidak sampai pada sekitar 2,3 milyar tahun yang lalu, oksigen akhirnya mulai membangun atmosfer. Cullen mengatakan bahwa pada saat itu, sebagian besar materi nuklir telah habis. Namun, juga memungkinkan reaktor memiliki dampak positif pada kehidupan awal. “Cyanobacteria modern terkait dengan ionisasi radiasi. Pertanyaan yang harus anda ajukan adalah, kenapa? Mungkin ada beberapa seleksi alam yang memaksa,” kata Cullen. Hasil peneliti ini dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal GSA.

Radiasi berbahaya menyebabkan mutasi DNA pada organisme secara tidak terkendali. Namun juga mutasi evolusioner. Cullen mengatakan ada kemungkinan bahwa reaktor nuklir alam mungkin telah membentuk susunan genetik bentuk kehidupan awal. “Tidak ada keraguan bahwa sumber radiasi dari geologi, matahari, atau sinar kosmik, pasti akan menyebabkan mutasi,” kata Paulus Falkowski dari Rutgers University. Salah satu cara untuk menganalisis model tersebut mungkin menguji batu-batuan purba untuk mendapat konsentrasi timbal (Pb) yang akan menunjukkan proses reaksi nuklir alami pada Bumi purba.

Iklan