Rekayasa Genetika Udang Vaname Nusantara I Dipersiapkan Untuk Atasi Wabah Virus

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Produksi udang nasional terus menurun sejak awal tahun 2009 akibat serangan virus, data Shrimp Club Indonesia menunjukkan, virus tersebut menurunkan produksi udang di Lampung dan Jawa Timur hingga 40 persen. Virus yang mematikan benur I dan induk udang meliputi White Spot Syndrome Virus (WSSV), Infectious Myo Necrotic Virus (IMNV), dan Taura Syndrome Virus (TSV). Selain itu juga diserang berbagai virus baru yaitu noda virus yang juga berdampak mematikan, serta Infectious Hypodermal and Hematopoietic Necrosis Virus (IHHNV) yang mengerdilkan pertumbuhan udang.

Menurunnya pasokan udang nasional menjadi pemicu harga udang Indonesia tidak kompetitif dan sulit bersaing dengan produk Thailand. Harga udang Indonesia saat ini berkisar 7,3 dollar AS per kg untuk isi 50 ekor. Harga Lebih tinggi dari harga udang dari Thailand yaitu 6,3 dollar AS per kg berisi 50 ekor.

Ketua Masyarakat Perikanan Nusantara Shidiq Moeslim mengatakan bahwa pemerintah perlu belajar dari kasus wabah penyakit yang menyerang udang pada tahun 2003 secara serius dan konsisten dengan melakukan serangkaian penelitian udang. Pada tahun 2002, Indonesia mencapai kejayaan produksi udang vaname. Produksi udang digambarkan “serba 70”. Harga benur Rp 70 per ekor dengan kemampuan menghasilkan udang ukuran 70 per kg dalam 70 hari. Namun, puncak produksi udang tidak diikuti upaya mempertahankan mutu induk, perbaikan kualitas tambak, dan daya dukung lingkungan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Made L Nurdjana mengemukakan bahwa berbagai serangan virus yang menyebabkan produksi udang terus menurun menuntut pihak Departemen Kelautan dan Perikanan agar berkomitmen mengembangkan penelitian guna mengantisipasi penyakit udang. Penelitian akan diprioritaskan pada rekayasa genetika udang dengan dasar bahwa penyebaran virus yang mematikan udang sulit diobati. Sementara itu, virus dan penyakit udang terus berkembang.

Penelitian difokuskan pada upaya antisipasi penyakit udang, antara lain, memperbarui varietas induk udang yang lebih tahan penyakit serta pengembangan teknologi budidaya. Pada Mei 2009, pemerintah meluncurkan induk unggul udang Vaname Nusantara I, hasil persilangan induk vaname asal Florida, Amerika Serikat, dan induk lokal. Benih dari induk udang ini tahan hidup rata-rata 83 persen.

Penelitian udang harus terus dilanjutkan untuk menghasilkan varietas baru yang resisten terhadap virus. Varietas baru, Vaname Nusantara II, ditargetkan tercapai pada tahun 2012. Anggaran pemerintah untuk riset rekayasa genetika udang pada tahun 2009 sebesar Rp5 miliar dari total anggaran operasional penelitian Rp110 miliar. Teknologi lain yang juga dikembangkan meliputi teknik airasi (penambahan oksigen), filtrasi (penyaringan), dan sterilisasi pada air tambak. Kondisi yang paling membahayakan industri udang saat ini adalah kematian massal akibat serangan virus (Kompas, ”Rekayasa Genetika Udang Ditingkatkan”, Kamis 25 Juni 2009)


Iklan