Riset Laboratorium Politik Fakultas Psikologi UI Tentang Tingkat Visioneritas Capres-Cawapres Pemilu 2009

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Laboratorium Psikologi Politik, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (UI) Jakarta melakukan riset tentang tingkat visioneritas yang dimiliki oleh Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada pemilu presiden 2009 yaitu pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono, serta Jusuf Kalla (JK) dan Wiranto.

Seperti yang dinyatakan oleh Peneliti utama Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI), Muhammad Faisal, bahwa visioner diartikan sebagai kemampuan calon pemimpin melihat jauh ke depan, melebihi masa jabatannya. Metode yang digunakan yaitu penilaian profil (profiling) yang pertama kali dikenalkan oleh Margaret Herman dan Jerrold M Post. Suatu model baku yang sering digunakan untuk mengamati penilaian profil para pemimpin di Amerika Serikat. Penilaian profil yang dilakukan oleh Laboratorium Psikologi UI tersebut melibatkan 22 responden sebagai pemeringkat (rater) dari berbagai profesi mulai dari pengamat politik hingga wartawan.

Aspek (indikator atau variabel) penilaian yang dikaitkan dengan tingkat visioner, yaitu:

  1. Kompleksitas intelektual-Visioner
  2. Impulsivitas emosional-Visioner
  3. Motif sosial (afiliasi)
  4. Motif Sosial (kekuasaan)
  5. Motif Sosial (berprestasi)
  6. Gaya Diplomasi

Kompleksitas intelektual menggambarkan kemampuan seseorang memetakan masalah dan menghubungkan satu ide dengan ide lain. Skala peringkat tersebut bukanlah menunjukkan kecerdasan intelektual seperti IQ. Namun, menunjukkan kemampuan pemimpin melihat permasalahan dari sejumlah aspek, bukan hanya satu aspek.

Pemimpin yang dinilai memiliki kompleksitas intelektual tinggi, tapi kurang visioner artinya dianggap sangat mampu melihat masalah dari berbagai aspek. Namun, ketika menjelaskan hal terkait dengan masa depan hanya normatif saja atau tidak dapat menjelaskannya secara konkret.

Pemimpin yang memiliki motif berprestasi paling tinggi dan motif berkuasa yang besar adalah capres Prabowo Subianto, namun hal tersebut hanya menunjukkan seserius apa mereka ingin berkuasa, bukan penilaian baik atau tidak. Jika faktor ini diduktmg sifat otoriter tinggi, baru berbahaya untuk kepemimpinan.

Penilaian yang dilakukan tersebut merupakan saat ini, mungkin saja akan berubah sesuai dengan kondisi dan situasi yang akan datang (Sumber: Media Indonesia, Hasil Riset Laboratorium Psikologi Politik”, Senin 15 Juni 2009)

Kompleksitas Intelektual-Visioner

  1. Susilo Bambang Yudhoyono
  2. Boediono
  3. Jusuf Kalla
  4. Prabowo Subianto
  5. Wiranto
  6. Megawati Soekarnoputri

Keterangan: 1 = Intelektualitas Paling Tinggi, 6 = Paling Rendah

Impulsivitas Emosional-Visioner

  1. Megawati Soekarnoputri
  2. Prabowo Subianto
  3. Jusuf Kalla
  4. Susilo Bambang Yudhoyono
  5. Wiranto
  6. Boediono

Keterangan: 1 = Impulsivitas Emosional Tinggi, 6 = Impulsivitas Emosional Terkendali

Motif Sosial (Afiliasi)

  1. Susilo Bambang Yudhoyono
  2. Prabowo Subianto
  3. Megawati Soekarnoputri
  4. Jusuf Kalla
  5. Wiranto
  6. Boediono

Keterangan: 1 = Afiliasi Paling Tinggi, 6 = Afiliasi Paling Rendah

Motif Sosial (Kekuasaan)

  1. Prabowo Subianto
  2. Wiranto
  3. Susilo Bambang Yudhoyono
  4. Megawati Soekarnoputri
  5. Jusuf Kalla
  6. Boediono

Keterangan: 1 = Motif Berkuasa Paling Tinggi, 6 = Motif Berkuasa Paling Rendah

Motif Sosial (Berprestasi)

  1. Prabowo Subianto
  2. Jusuf Kalla
  3. Wiranto
  4. Susilo Bambang Yudhoyono
  5. Megawati Soekarnoputri
  6. Boediono

Keterangan: 1 = Berprestasi Paling Tinggi, 6 = Afiliasi Paling Rendah

Gaya Diplomasi

  1. Prabowo Subianto
  2. Jusuf Kalla
  3. Megawati Soekarnoputri
  4. Wiranto
  5. Boediono
  6. Susilo Bambang Yudhoyono

Keterangan: 1 = Paling Independen, 6 = Paling Dependen


Iklan