Rumah Hijau Mampu Menekan Tagihan Listrik 40-60 persen

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Rumah hijau menjadi keharusan untuk menciptakan rumah yang sehat dan hemat energi, terutama di daerah iklim tropis yang panas seperti Kota Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, dan sebagainya. Rumah hijau identik rumah hemat energi dan menjadi gerakan dunia dalam kampanye penghematan energi, mengatasi krisis listrik dan pemanasan global.

Eddy Prianto, dosen arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, saat menyongsong diskusi rumah hijau kerja sama Asaya dan Kompas di Semarang Sabtu 8 Agustus 2009, mengatakan bahwa Kota Semarang sebagai kota iklim tropis cukup panas setelah Jakarta dapat menjadi kota pelopor gerakan rumah hijau. Rumah hijau yang hemat energi dapat mengurangi pemanasan global.

Gerakan rumah hijau di Jawa Tengah mulai tren sejak 2007. Di dunia, gerakan rumah hijau berkembang sejak tahun 1998. Rumah hijau adalah rumah yang didesain untuk merespons kondisi iklim setempat, respek arah sinar matahari, serta memaksimalkan aliran udara. Tujuannya, menghadirkan kenyamanan dan kesejukan bagi penghuninya.

Aplikasi konsep rumah hijau yang hemat energi berarti sangat hemat biaya. Hemat biaya dari mulai pembangunannya, biaya pemakaian energi pemenuhan kebutuhan air, sampai memanfaatkan tanaman untuk menggantikan pemakaian pendingin udara yang berlebihan.

Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang M Farchan mengatakan, sebagai daerah tropis di pesisir sangat layak Kota Semarang menjadi kota pelopor gerakan rumah hijau di Indonesia. Menyongsong pameran rumah yang digelar REI Jateng, pemahaman hemat energi pada skala rumah menjadi suatu gaya hidup seseorang. Ketika orang menerapkan konsep rumah hijau, efek yang terjadi sejauh ini menguntungkan bagi penghuni rumah dan berdampak pada skala nasional.

Penerapan rumah hijau tidak akan menarik minat seseorang pada kondisi sekarang ini jika tanpa pemanfaatan energi. Jika didesain dengan konsep rumah hijau, tagihan listrik bakal berkurang sekitar 40-60 persen dari tagihan sebelumnya karena memaksimalkan sumber alam. Rumah dengan rambatan perdu di dinding memaksimalkan fungsi cendela agar sirkulasi udara lancar serta penggunaan kolam sebagai peredam panas di lantai dak atas. Hasilnya, rumah akan menjadi nyaman dan pemakaian pendingin udara jauh berkurang sehingga tagihan listrik menurun (Kompas Jateng, Rumah Hijau Hemat Energi, Jumat 7 Agustus 2009)



Iklan