Sakit Gigi Karena Karies atau Gigi Berlubang Dominasi Alasan Siswa Absen Sekolah

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Sakit gigi, terutama karena karies atau gigi berlubang, menjadi alasan utama bagi siswa tingkat sekolah dasar untuk absen dari kegiatan belajar mengajar. Semua puskesmas di Gunung Kidul, DI Yogyakarta, juga mencatat bahwa sakit gigi dalam urutan sepuluh besar dari penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat pedesaan.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Rini Zaura MDS mengungkapkan, data riset nasional menunjukkan, 30 persen dari anak-anak sudah ompong sebelum usia 12 tahun. Dari jumlah anak yang ompong tersebut, hanya 0,7 persen yang giginya ditambal. Akan semakin banyak anak dengan gigi ompong jika tidak ada penanganan sejak dini untuk menanamkan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Jumlah warga yang merawat gigi di wilayah perkotaan adalah kurang dari 10 persen, sedangkan di pedesaan adalah di bawah 1 persen. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk merawat kesehatan gigi dan mulut, hambatan ekonomi, dan hambatan psikologis menjadi penyebab tingginya angka sakit gigi di Indonesia. Belum lagi adanya budaya mengonsumsi makanan manis dan lengket.

Faktor lain yang meriyebabkan tingginya angka sakit gigi adalah masih rendahnya jumlah dokter gigi di Indonesia Mayoritas dokter gigi terpusat di wilayah perkotaan. Rasio dokter gigi dibandingkan dengan populasi adalah 1:10.000 dari idealnya 1:2.000. Di Kabupaten Gunung Kidul, misalnya, hanya terdapat 42 dokter gigi untuk 750.000 warga (Kompas, Sakit Gigi Dominasi Alasan Absen Sekolah, Kamis 30 Juli 2009)


Iklan