Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Buka Program Doktor Sains Manajemen

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung meluncurkan program Doktor Sains Manajemen. Program ini diluncurkan sejalan dengan rencana ITB untuk menjadi universitas berstandar internasional. Koordinator Program Studi Doktor Sains Manajemen, Deddy P Koesrindartoto, di Auditorium Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, di Bandung, Rabu 12 Agustus 2009 mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan mahasiswa program doktor tidak sekadar menuntut ilmu, tetapi juga bisa memberikan hasil riset yang aplikatif bagi masyarakat.

Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Surna Tjahja Djajadiningrat mengatakan, program studi Doktor Sains Manajemen melengkapi matra pendidikan di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Program studi Doktor Sains Manajemen bisa menjadi rekan bagi kelompok keahlian mengeksekusi riset agenda, kelompok keahlian melaksanakan kegiatan akademis serta menghasilkan tenaga riset dan akademis yang andal.

Program yang didesain dapat diselesaikan dalam tiga tahun ini mempunyai enam bidang kekhusus, yaitu manajemen operasi dan kinerja, risiko bisnis dan keuangan, manajemen insani dan pengetahuan, strategi bisnis dan pemasaran, studi kewirausahaan dan manajemen teknologi, serta pengambilan keputusan dan negosiasi strategis.

Direktur Teknik PT Medco Eksplorasi dan Produksi (E&P) Indonesia Edi Bambang Setyobudi, di Bandung, mengatakan, perusahaan minyak dan gas PT Medco Energi Internasional Tbk bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta untuk mendekatkan sumber daya manusia dengan aplikasi ilmu di lapangan. Kajian ilmu yang dikerjasamakan berhubungan dengan aplikasi PT Medco E&P Indonesia di lapangan, seperti geologi, geofisika, dan reservoir engineering.

Dekan Fakultas Teknik Geologi Unpad Hendarmawan mengatakan, kerja sama dengan PT Medco E&P Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan teknologi industri migas. Berbagai fasilitas pendukung yang ada, seperti jaringan internet, server engine, dan work station, diharapkan dapat menunjang kerja sama (Kompas, SBM ITB Luncurkan Program Doktor, Kamis 13 Agustus 2009)

Iklan