Spektra Radiasi GRB 090.423 Pecahkan Rekor Objek Terjauh di Alam Semesta dengan Jarak 13 miliar tahun cahaya

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Para astronom memperoleh objek yang paling jauh yang pernah dilihat, sebuah bintang yang runtuh menjadi lubang hitam berjarak lebih dari 13 miliar tahun cahaya. Sebuah objek yang dihasilkan oleh ledakan sinar gamma, terdeteksi oleh satelit SWIFT NASA pada tanggal 23 April dan dilaporkan di jurnal Nature, menunjukkan bahwa bintang-bintang telah terbentuk dan mati hanya 600 juta tahun setelah ledakan besar.

Setiap minggu, para astronom melihat dua hingga tiga ledakan sinar gamma (GRBs), kilatan pendek energi radiasi tinggi dari bintang-bintang yang runtuh. Sebagian besar ternyata berasal dari alam semesta di dekatnya. Namun kilatan GRB 090.423, setelah terdekteksi memecahkan rekor sebagai objek terjauh sebelumnya yaitu berjarak 12.8 miliar tahun cahaya yang ditemukan pada tahun 2006. “Ini membawa kita lebih dekat dengan cahaya ajaib,” kata Volker Bromm, astrofisikawan di University of Texas di Austin, yang tidak terlibat dalam studi. “Kita tidak harus jauh untuk menangkap bintang-bintang paling awal.”

Peneliti tertarik oleh sebuah bercak dan mempelajari sebagai upaya untuk menyingkap jendela awal alam semesta. Model teoretis memperkirakan bahwa gumpalan gas mulai runtuh menjadi bintang-bintang besar dalam beberapa ratus juta tahun setelah big bang. Bintang-bintang ini terbakar untuk beberapa saat sebelum meledak sebagai supernova. Terbatasnya informasi yang diperoleh dari spektra GRB 090.423 menunjukkan bahwa meskipun letaknya dekat dengan Big Bang, namun bukan berasal dari bintang-bintang generasi pertama.

Satu tim yang dipimpin oleh Nial Tanvir dari University of Leicester di Inggris bersama Ruben Salvaterra Italia Salvaterra dari Italian Institute of Astrophysics di Merate, menganalisa segera setelah ledakan terdeteksi oleh SWIFT, kedua kelompok peneliti bergegas mengamati sinyal sebelum memudar dengan menggunakan teleskop berbasis di darat. Diperkirakan kepadatan bintang terjadi di awal terbentuknya alam semesta. Mereka mengambil spektra pertama dari GRB 090423 pada 15 jam setelah ledakan. Mengambil spectra lebih cepat akan menghasilkan informasi lebih lanjut mengenai komposisi. Para peneliti berusaha untuk melacak radiasi-radiasi purba sebagai data analisis terbentuknya alam semesta.

Iklan