Spesimen Lalat Purba Cascoplecia insolitis dari 100 juta tahun yang lalu Ditemukan di Burma

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Dinosaurus bukan satu-satunya makhluk bertanduk yang mendominasi bumi selama periode Cretaceous. Para ilmuwan telah menemukan lalat kecil dengan tanduk bercabang tiga dan mata tajam yang memfosil dalam sepotong karang 100 juta tahun yang lalu.

Fosil lalat ini diberi nama Cascoplecia insolitis (Casco artinya kuno dan insolitis artinya aneh atau tidak biasa). Cascoplecia insolitis menjadi anggota baru dalam keluarga serangga, demikian laporan dari George Poinar, Jr dari Oregon State University di Corvallis, seperti dikutip untuk sciencenews.

Banyak serangga termasuk lalat yang memiliki mata majemuk juga memiliki tiga tanduk tambahan, mata yang sederhana duduk di atas kepala mereka. Mata sederhana ini, dikenal sebagai ocelli, diperkirakan untuk membantu serangga menjaga bantalan selama terbang. Ocelli masing-masing berada di ujung ketiga tanduk. Mata akan membantu mendeteksi musuh yang mendekati seperti merangkak permukaan mencari serbuk sari bunga.

Setiap unit kecil mata majemuk pada lalat lebih menonjol keluar daripada berbaring datar. Mungkin permukaan berduri mencegah serbuk sari menempel ke mata majemuk. Serbuk sari dari dua spesies tanaman yang berbeda juga terdapat pada spesimen yang ditemukan pada sebuah karang deposit di Burma. Lalat memiliki rahang kecil, mungkin hanya cocok untuk mengunyah tepung sari, antena panjang berputar hingga ke kaki. Laporan secara lengkap dsekripsi spesimen ini akan dipublikasikan pada jurnal Cretaceous Research edisi mendatang.