Studi Implementasi Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan

9 tahun ago kesimpulan 0
(kesimpulan) Penelitian ini difokuskan pada implementasi P2KP dalam pengentasan kemiskinan perkotaan, sedangkan area dalam penelitian ini adalah di daerah kota Semarang di mana merupakan tempat studi peneliti sehingga memungkinkan untuk melakukan penelitian dan diharapkan hasil yang di capai sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedangkan obyek studi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Kota Semarang.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan populasi yaitu seluruh masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan program P2KP di Kota Semarang. Berkaitan dengan penelitian ini, maka yang akan menjadi populasinya adalah BKM/KSM yang berkaitan dengan implementasi program pengentasan kemiskinan perkotaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam implementasi P2KP memfokuskan pada pelaksanaan kebijakan, sosialisasi, ketaatan, dan sumber daya. Hal tersebut digunakan untuk mencapai tujuan dari implementasi P2KP diperkotaan. Kebijaksanaan secara umum yaitu menanggulangi persoalan kemiskinan struktural maupun yang diakibatkan oleh krisis ekonomi, pemerintah memandang perlu untuk memberikan bantuan kepada masyarakat miskin di perkotaan melalui Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP). Kebijaksanaan secara khusus memberi bantuan dalam bentuk dana hibah dan pinjaman yang disalurkan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM). Dana dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif, pembangunan prasarana dan sarana dasar lingkungan, serta pengembangan sumber daya manusia. Dana untuk modal usaha produktif merupakan dana pinjaman bergulir yang pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat melalui wadah yang disebut Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan P2KP adalah belum efektifnya peran pemerintah daerah, kemitraan masyarakat dan pemerintah daerah, dan belum terjadinya alih kelola P2KP ke Pemerintah kota/kab. Selain itu pelaksanaan kegiatan yang menekankan pada proses pembangunan yang partisipatif membutuhkan waktu yang cukup lama. Keterbatasan dana dan sumber daya manusia yang benar-benar terpanggil untuk bekerja dengan masyarakat juga turut menjadi hambatan.

Upaya yang dilakukan dalam mensukseskan Program P2KP yaitu verifikasi kelurahan sasaran, sosialisasi, mengadakan pelatihan untuk kader komunitas, pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Iklan