Survei Kisara PKBI Bali Menyatakan 40 Persen Remaja SMP dan SMA Pernah Berhubungan Badan

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Kisara Pusat Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali merilis hasil survei bahwa lebih dari 40 persen remaja di Denpasar mengaku pernah berhubungan badan layaknya suami-istri. Responden survei tersebut adalah pelajar SMP dan SMA. Di antara persentase tersebut, remaja yang menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom hanya 20 persen. Angka tersebut dipastikan bertambah. Sebab, proses tabulasi di dua wilayah, yakni Badung dan Gianyar, belum selesai.

Selain itu, lewat survei tersebut, berhasil dihimpun fakta bahwa 10 persen remaja di Bali menikah pada usia 15-19 tahun. Hal itu berada jauh di bawah angka nasional yang ditetapkan 21,7 tahun. Akibat pernikahan dini tersebut, angka kematian ibu saat melahirkan ikut meningkat. Sebab, wanita remaja yang menikah pada kisaran umur 15-19 tahun memiliki potensi 2-4 kali lebih besar meninggal. Belum lagi angka aborsi yang mencapai 2,3 juta, sebanyak 30 persennya terjadi pada usia remaja.

Selama ini, remaja hanya divonis sebagai pelaku. Mereka sangat jarang dilihat sebagai korban. Entah perubahan era, kemiskinan informasi, pengaburan esensi, dan korban mitos. Selain membeberkan fakta tersebut, survei di Denpasar, Badung, dan Gianyar menegaskan bahwa keberadaan klinik remaja semakin diperlukan. Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi dalam bentuk kurikulum wajib menjadi sebuah kebutuhan bagi para remaja yang selama ini masih dibutakan oleh mitos.

Kecenderungan persepsi para remaja yang menilai bahwa membeli kondom merupakan hal yang memalukan. Dan hasil survei, persepsi tersebut mencapai 69,33 persen. Sejauh ini pendidikan kesehatan reproduksi hanya terintegrasi pada salah satu mata pelajaran tertentu. Padahal, hasil survei menunjukkan, 52 persen remaja setuju pendidikan itu dimasukkan dalam kurikulum wajib (Jawa Pos, ”Lebih dari 40 Persen Pernah Bercinta”, Sabtu 20 Juni 2009).