Tamiflu Kontradiktif dengan Warfarin Karena Membekukan Darah Hingga Berujung Pada Stroke

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Tamiflu masih dianggap sebagai obat mujarab untuk mengatasi flu babi maupun flu burung. Namun, penelitian terakhir menyebutkan, obat temuan Prof Elias J. Corey itu bisa memicu terjadinya stroke. Badan Pengawas Obat Inggris (MHRA) telah memperingatkan bahwa konsumsi Tamiflu akan meningkatkan risiko seseorang terkena stroke. Obat tersebut bisa berpengaruh pada pengguna Warfarin, obat pencegah pembekuan darah. Padahal, ada lebih dari 600 ribu orang di Inggris yang menjalani metode pengobatan itu.

Kombinasi antara Tamiflu dan Warfarin justru akan membekukan darah, berakibat risiko pendarahan yang tak terkontrol pada pasien dan berujung pada stroke. MHRA telah menerima sejumlah laporan terkait dengan kasus stroke akibat kombinasi pengobatan tersebut dan meminta para dokter mengawasi lebih ketat perkembangannya.

Seorang ahli kesehatan mengingatkan bahwa bahaya itu telah berkembang luas di seluruh Inggris. Pasien yang mendapatkan Tamiflu melalui jalur khusus badan penanganan flu nasional belum menerima informasi bahwa obat tersebut tidak bisa dikombinasikan dengan Warfarin. Seperti dilaporkan Daily Mail, hingga saat ini MHRA menerima 418 laporan termasuk dua meninggal soal suspect kasus atas reaksi negatif dari konsumsi Tamiflu. Di antara laporan tersebut, 12 kasus diduga berhubungan dengan kombinasi Warfarin.

Ilmuwan Oxford mengingatkan para orang tua untuk tidak memberikan Tamiflu kepada anak mereka. Sebab, risikonya lebih besar daripada khasiatnya. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan, Tamiflu bisa menimbulkan efek samping, seperti mimpi buruk dan rasa muak. Roche selaku produsen Tamiflu mengatakan, pihaknya menyikapi serius semua laporan dan pasien maupun kalangan profesional medis atas kemungkinan terburuk produksinya (Jawa Pos, Tamiflu Bisa Picu Stroke, Kamis 20 Agustus 2009)