Temuan Fosil Gajah Purba Elephas hysudrindicus di Blora oleh Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Temuan fosil gajah purba, Elephas hysudrindicus di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, oleh Tim Vertebrata Museum Geologi Bandung merupakan yang terlengkap dan relatif utuh selama 100 tahun terakhir. Fosil gajah purba tersebut diperkirakan berusia sekitar 800.000 hingga 200.000 tahun. Tinggi gajah diperkirakan 2,5 meter karena kaki belakang gajah hanya sekitar 1,7 meter. Fosil tersebut bisa utuh karena terawetkan dalam tanah lempung.

Penggalian dilakukan pada Februari hingga April 2009 menyusul ditemukannya gading gajah purba pada Januari 2009 di lokasi yang sama, Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di kawasan tersebut juga ditemukan daun purba yang tercetak di batu lanau. Batu itu terbentuk dari proses sedimentasi butiran lempung dan pasir. Ditemukan pula fosil kerbau purba. Kawasan Blora Selatan merupakan savana pada zaman Pleistosen yang dilewati Bengawan Solo Purba.

Fosil gajah jenis Elephas tersebut terdiri atas tengkorak dengan gigi yang masih utuh, tulang lengan belakang, iga, pinggul, belikat, dan paha. Sebelumnya, di sekitar Jawa Tengah juga pernah ditemukan fosil gajah berumur lebih tua, yaitu Sinomastodon bumiayunensis yang hidup sekitar 1,5 juta tahun lalu dan Stegodon trigonocephalus (sekitar 1,2 juta tahun), serta Elephas maximus atau gajah Asia yang hingga kini spesiesnya masih ada.

Sejarah gajah purba bisa ditelusuri sejak zaman es, pembekuan membuat banyak pulau menyatu. Salah satunya, ketika Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera menyatu dengan Benua Asia yang kemudian disebut sebagai Paparan Sunda. Hal ini menyebabkan makhluk hidup Asia masuk ke Jawa dan Sumatera melalui jalan darat. Mereka masuk melalui daratan Indo China dan Semenanjung Malaysia. Hal itu dibuktikan penemuan fosil di Cekungan Bandung. Di antaranya, fosil gajah purba Elephas maximus di Rancamalang, Kabupaten Bandung.

Bukti lain adalah penemuan fosil vertebrata di Kubah Sangiran, Jawa Tengah, di antaranya Sinomastodon bumiayunensis. Di daerah Sambung Macan juga ditemukan fosil Stegodon trigonocephalus. Penemuan juga di Cekungan Soa, Nusa Tenggara Timur, dan Walannae, Sulawesi Utara. Makhluk hidup di sana diyakini datang dari Filipina-Sangihe-Sulawesi-Flores-Timor-Sumba. Mereka disebutkan pandai berenang karena mampu menembus isolasi antarpulau yang dipisahkan laut dan palung yang dalam. “Akibat isolasi, kecenderungan makhluk hidup yang hidup di darat mengalami pengerdilan (dwarfting), sedangkan reptil, seperti kura-kura, bertambah besar (gigantic). Contohnya, fosil stegodon kerdil, Stegodon sondaari berumur 1 juta tahun lalu ditemukan di Cekungan Soa. Di Cekungan Wallanae, Sulawesi Utara, ditemukan fosil gajah kerdil, Elephas celebensis. Gajah ini memiliki keunikan pada dua gading di rahang atas dan rahang bawah (Sumber: Kompas, ”Melacak Jejak Gajah Purba, Rabu 10 Juni 2009).