Teror dan Brutalisme Kembali Guncang Indonesia, Cermin Bangsa yang Hipokrit

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Aksi brutalisme dan radikalisme untuk kesekian kali guncang Indonesia. Tangan-tangan berlumuran darah telah menorehkan horor silih berganti mulai dari Kerusuhan 1998, Ambon, Poso, Bom Bali I dan II, JW Mariott I, sejumlah kantor Kedubes di Jakarta, dan berbagai tempat yang lain.

Meskipun begitu, bangsa Indonesia masih saja mengaku sebagai bangsa yang cinta damai dan mengharamkan kekerasan dengan berbagai argumen pembenar dan penginkar. Sungguh bangsa yang hipokrit. Karakter bengis penggunaan cara-cara kekerasan dan anarkisme lebih cocok masuk dalam golongan spesies tersendiri yaitu dengan Homo Radicaliensis atau Homo teroristiensis, bisa pula digolongkan sebagai Homo Anarkiensis atau Human Invantilism.

Para pelaku teror dilakukan oleh orang-orang yang konon justru dimitoskan sebagai tokoh yang beradab, beraklaq mulia, dan berbudi luhur. Militansi vandalisme menjadi budaya turun menurun. Bagaimana sepak terjang mereka? Apa akar masalah kaum teroris dan radikalis? Bagaimana ideologi begis bisa menjadi budaya? Simak laporan-laporannya.

Terorisme Produk Peradaban Bengis Spesies Homoanarkiensis atau Human Violent

Rentetetan Terorisme di Indonesia

Jaringan Teroris di Indonesia Diindikasi Didanai Dari Luar

Membongkar Jaringan Terorisme Di Jawa Tengah

Disertasi Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono Judul Terorisme dalam Kajian Filsafat Analitika Predikat Cum Laude

Tersangka Teroris Ibrohim Aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Jihad

Sikap Masyarakat dan Sistem Hukum Penyebab Terorisme Tumbuh Subur di Indonesia

Industri Perhotelan Hadapi Dilema Pengamanan Tentang Ancaman Terorisme

Empat Jenis Hubungan Dalam Sel Jaringan Terorisme

Deteksi Dini Radioaktif Dapat Mencegah Penggunaan Radioactive Dispersal Devices (RDD) atau Bom Kotor oleh Teroris

Berantas Terorisme Dengan Menghapus Habitat Teroris

Jenasah Pria Saat Penggerebegan Tim Densus 88 di Temanggung Tunggu Tes DNA Untuk Memastikan Noordin M Top

Robot Pengintai dan Penjinak Bom Laksanakan Tugas Densus 88 Kepung Rumah Persembunyian Teroris Noordin M Top

Berita tewasnya Noordin M Top Saat Penggerebekan Densus 88 di Kabupaten Temanggung Jadi Fokus Media Internasional

Bom Rakitan Teroris Yang Disita di Jatiasih Bekasi Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Bisa Meledak Hingga Satu Kilometer

Ustaz Saefudin Rekrut Teroris Dengan Kotbah di Masjid

Rancangan Undang Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) dan Peraturan Pemerintah Perbantuan TNI pada Polisi Akan Atur Kontraterorisme

Ustad Abu Bakar Ba’asyir Kenal Noordin M Top

Ustad Saefuddin Jaelani Ajarkan Berjihad Di Masjid Untuk Menjadi Pengebom Bunuh Diri

Negara Jadi Target Teroris

Polisi Terus Tambah Daftar Buron Teroris Kasus Pengeboman Hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton Jakarta

Buron Terorisme Mohamad Syahrir Teknisi Boeing 737 Series Garuda dan Aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Dana Terorisme Dari Usamah Bin Laden

Polisi Lacak Dana Teroris Ada di 13 Bank

Bagus Budi Pranoto Buron Terorisme Mabes Polri Pernah Mengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Karangreja, Kutasari

Polri Mengawasi Kegiatan Dakwah Islam Selama Ramadhan Dalam Upaya Memberantas Terorisme

Dua Buron Kasus Terorisme Saifuddin Jaelani dan M Syahrir Adalah Adik Kandung Anggota DPRD Tangerang dari PKS, Drs Anugerah

Warga Timur Tengah, Al-Khalil Ali alisa Ali Muhammad bin Abdullah adalah Kurir Al-Qaidah yang Dipimpin Usamah bin Ladin

Mohamad Jibril Abdul Rahman alias Muhamad Ricky Ardhan Adalah Aktivis Al-Ghuraba Pakistan, Penghubung Al-Qaidah dengan Jamaah Islamiyah

DPRD Yogyakarta Setujui Anggaran Untuk Studi Kelayakan Kurikulum Anti Terorisme

Densus 88 Sita CPU Situs Arrahmah.com Media Jihad Milik Muhamad Jibril alias Prince of Jihad

Mohamad Jibril Pemilik Situs Arrahmah.com Terkait Jaringan Teroris Al-Qaidah

Terorisme Bukan Disebabkan Oleh Ketidakadilan dan Kemiskinan

Teroris Gunakan Teknik Mesmerism atau Waking Hypnosis Untuk Rekrut Pengebom Bunuh Diri



Iklan