Tersangka Teroris Ibrohim Aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Jihad

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Setelah bom di Ritz-Carlton dan JW Marriott meledak pada Jumat 17 Juli 2009, Ibrohim, perawat dan tukang tata bunga, seperti lenyap bersama sirnanya kepulan asap. Nyaris tanpa bekas. Sebab, di antara serpihan sembilan tubuh korban, ternyata tidak ada secuil pun daging milik Ibrohim.

Sketsa Gedung Bertingkat

Ibrohim memang penuh misteri, meski rumahnya di Jalan Cililitan Kecil 21, RT 3, RW 7, sedikit memberikan ilustrasi mengenai latar belakangnya, tetap saja sosok yang sulit dibaca. Sejumlah sumber di Jamaah Islamiyah mengaku tidak tahu bahwa ada kadernya yang bernama Ibrohim.

Rumahnya berlantai dua, kusamnya bangunan sepertinya hunian itu sudah lama ditinggalkan. Pintu depan dan jendela, baik lantai satu maupun dua, dibiarkan terbuka. Meja, kursi, dan aneka perabot di ruang dapur telah terlapisi debu tebal. Lantai dua, selain menjadi tempat menaruh ranjang dan kasur, juga menjadi semacam perpustakaan kecil. Di bagian barat terdapat coretan tangan berupa sketsa gedung bertingkat (tower Ritz-Carlton) dan gambar kartun bertulisan “Mati Bebi”. Ada rak buku lima tingkat dengan buku-buku berserakan.

Di rumah itu, Ibrohim tinggal sejak usia SMP. Rumah tersebut ditempati lima orang. Yakni, Rodhin dan istri plus tiga anaknya yaitu Ibrohim Muharram, Muhammad Syukri, dan Mualif Suni. Setelah dua orang tuanya tidak ada, tiga bersaudara itu yang menempati rumah tersebut. Pada awal 2007, terjadi banjir. besar. Sungai Ciliwung yang membelah kampung Cililitan Kecil naik. Permukaan air mencapai puncak rumah. Setelah banjir, mereka tidak pernah kembali lagi.

Aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Para tetangga tidak terlalu banyak mengenal keluarga tersebut. Namun, mereka dikenal sebagai orang yang ramah. Terutama Ibrohim. Jika salat selalu berjamaah di musala dekat rumah. Ibrohim hanya lulusan STM. Anak bungsu di antara lima bersaudara itu sejak masih STM aktif di kegiatan keislaman. Lulus STM, dia aktif dalam kegiatan-kegiatan salah satu partai Islam. Semua saudara dia kader partai. Tiap kali masa kampanye dia sealalu aktif. Terakhir kali saat pilkada Jakarta pada 2007.

Di kamar lantai dua, ada stiker Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berukuran sekitar lima kali 10 cm di salah satu sudut dinding. Juru Bicara DPP PKS Ahmad Mabruri mengatakan bahwa tidak tahu pasti apakah Ibrohim adalah kadernya, karena kalau cuma stiker, bisa dibeli di manamana. Dia menegaskan PKS adalah partai Islam yang menolak keras tindakan teror. Soal apakah dia anggota atau simpatisan atau apa, nanti akan dicek dulu ke wilayah setempat.

Tujuan Hidup Untuk Berjihad

Dokumen-dokumen di rumah memperkuat dugaan bahwa Ibrohim yang bapak empat anak itu adalah anggota partai tersebut. Dalam salah satu buku yang ditemukan di rumah itu, terdapat catatan mengenai arkanul baiah (rukun baiat) Hasan Al Banna, pendiri organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir yang menjadi acuan pendidikan dakwah partai tersebut. Ada juga tujuh tahap perbaikan menurut Hasan Al Banna. Mulai mempersiapkan pribadi muslim hingga mempersiapkan pendirian negara Islam dan menjadi guru alam semesta.

Slogan-slogan jihad pun terlihat jelas. Di kamar lantai dua, misalnya. Ada tulisan Arab berbunyi Allah Ghoyatuna, Arrasul Qudwatuna, Al Quran Dusturuna, Al Jihadu Sabiluna, Almautu Fisabilillah Asma amanina. Kalimat itu berarti Allah tujuan kami, Rasul teladan kami, AI Quran petunjuk kami, jihad jalan kami, dan mati di jalan Allah cita-cita kami tertinggi. Buku-buku keislaman juga banyak ditemukan di rumah itu. Mulai buku-buku bertema fikih dan tata cara dalam rukun agama hingga buku-buku bernuansa jihad. Salah satunya adalah sebuah buku bersampul hijau bertulisan Mengasingkan Diri di Akhir Zaman.

Berpindah-pindah Kerja

Pada tahun 2002, Ibrohim menjadi florist di Hotel Mulia. Dari tumpukan daftar gaji, paling awal bertahun 2002, sedangkan yang paling lama adalah tahun 2005. Di tempat kerja, yakni Chynthia Florist, perusahaan yang menyuplai kebutuhan bunga Ritz-Carlton dan JW Marriott, Ibrohim juga dikenali sebagai sosok yang tidak banyak omong.

Sejak nama Ibrohim disebut terkait dengan pengeboman, pintu kantor Chynthia Florist di Plaza Mutiara Suit 103, samping JW Marriott, selalu ditutup. Riwayat Ibrohim juga bisa sedikit dirunut dan beberapa berkas menyangkut pekerjaannya. Dia pernah bekerja di PT Mulia Persada Tata (1992-1994). Berdasar slip gaji yang penulis temukan, Ibrohim juga pernah bekerja di Hotel Mulia Senayan (2002-2005). Dia pindah kerja ke Hotel Hilton Senayan (2005-2006) sebelum akhirnya menjadi florist di Hotel Ritz-Carlton, lalu meninggalkan seribu teka-teki sejak 17 Juli. (Jawa Pos, Dari Hotel Mulia Pindah ke Hilton Lalu Ritz-Carlton, Sabtu 25 Juli 2009)