Tikus Mole Telanjang Menang Melawan Kanker

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Tikus Mole Telanjang (naked mole-rats) yang keriput, telanjang, dan gigi tongos tidak akan menang dalam kontes kecantikan. Namun binatang pengerat ini memiliki kemampuan yang luar biasa yaitu: Kuat melawan kanker.

Sel-sel tahi lalat yang menjangkiti tubuhnya, ternyata berhenti tumbuh sebelum sempat membentuk tumor. Rincian eksperimen ini suatu hari nanti bisa mengarah pada strategi baru untuk mengobati kanker pada manusia.

Ahli biologi sel, Vera Gorbunova, Andrei Seluanov, dan koleganya di University of Rochester telah membandingkan tikus dengan variasi ukuran dan hidup hingga musang. Tikus Mole bisa hidup lebih dari 28 tahun, tujuh kali lebih lama dibanding tikus rumah. Tikus ini berhasil melawan kanker, sedangkan sebagian besar tikus laboratorium mati. Tim Gorbunova melihat sel-sel tikus mol untuk mencari jawaban. Sel normal pada Manusia dan tikus akan tumbuh dan membelah dan menyerang satu dengan lain dalam satu lapisan padat, sebuah mekanisme yang dikenal sebagai “contact inhibition.”

Sel tikus Mole bahkan lebih peka terhadap sel yang lain. Sel berhenti tumbuh segera setelah mereka bersentuhan. Kemungkinan inilah menjadi strategi yang membantu menjaganya selalu bebas kanker, seperti kontak inhibisi sel-sel kanker yang gagal. Para peneliti menemukan bahwa sel-sel tikus mole mengandalkan dua protein yaitu p27Kip1 dan p16Ink4a untuk menghentikan pertumbuhan sel ketika mereka terjadi kontak, sedangkan sel-sel manusia mengandalkan pada p27Kip1.

“Mereka menggunakan pos pemeriksaan tambahan,” kata Gorbunova. Hasil eksperimen dipublikasikan hari ini di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS). Ketika sel tikus Mole bermutasi, protein p16Ink4a segera memberikan reaksi. Jenis pencegahan kanker pada tikus relevan dengan manusia karena gen yang sama yang terlibat di dalamnya, kata John Sedivy, ahli biologi kanker dari Brown University. Pertahanan Tikus “berevolusi secara terpisah, tetapi menggunakan untaian yang sama,” kata Sedivy.

Gorbunova mengatakan akan melangkah lebih lanjut untuk menemukan protein dan molekul lain yang membentuk jalur kontak inhibisi kontak baru. Salah satu kendala adalah masih sedikit yang diketahui tentang jalur gen tikus Mole. Makhluk ini telah mengajukan sekuel genom tapi sejauh ini ditolak. “Saya berharap kajian yang dilakukan Vera akan menempatkan tikus mole pada tingkat studi yang lebih tinggi,” kata George Martin, peneliti proses penuaan dan seorang profesor emeritus di University of Washington.

Iklan