Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Teliti Pusat Kerajaan Singosari di Malang

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional Departemen Kebudayaan dan Pariwisata melakukan penggalian situs Singosari di Desa Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk menemukan pusat kota Kerajaan Singosari, demi melengkapi data kepurbakalaan Indonesia sebagai negeri seribu kerajaan.

Tim berjumlah delapan orang, terdiri atas tujuh orang dari Puslitbang Arkenas Jakarta dan seorang lagi dari Balai Arkeologi Yogyakarta. Mereka berada di Malang, 22 Juli-3 Agustus 2009. Hingga Minggu 26 Juli 2009, ditemukan struktur bata kuno, batuan candi, serpihan tembikar, serta keramik dari zaman Dinasti Tsung, melihat tekstur goresan yang rapi, halus, dan ringan. Temuan itu didapati pada kedalaman 110 sentimeter.

Anggota tim peneliti situs Singosari dari Puslitbang Arkenas bidang keramik, Eka Asih P Taim mengatakan bahwa temuan-temuan itu menunjukkan, daerah selatan Candi Singosari ini tampaknya merupakan daerah hunian elite pada zaman Kerajaan Singosari. Bisa jadi tembikar dan keramik dari Dinasti Tsung (1213 Masehi) itu menjadi koleksi kaum elite era Singosari melalui perdagangan.

Menurut Amelia, Ketua Tim Peneliti Situs Singosari Puslitbang Arkenas, dengan diperolehnya data, idealnya kemudian adalah bisa mendekati pemerintah daerah untuk memberi pengertian bahwa di daerahnya ada situs sejarah kemudian mereka bisa memberi masukan atau pengertian kepada warganya agar minimal menjaga, menyimpan, dan menginformasikan jika mereka menemukan benda-benda tersebut.

Saat ini dengan pesatnya perkembangan penduduk di Singosari, sejumlah benda-benda peninggalan purbakala rusak. Banyak bebatuan candi dan bata kuno yang dijadikan pagar, bagian jalan, atau untuk keperluan lainnya. (Kompas, Tim Teliti Pusat Kota Kerajaan Singosari, Senin 27 Juli 2009)

Iklan