Tim T-Files ITB Bangun Turbin pembangkit listrik Dari Arus Pasang-Surut laut

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Gravitasi Bulan menimbulkan pasang-surut inilah yang menimbulkan pergerakan arus laut. Fenomena yang terus-menerus terjadi laut. Fenomena ini sekarang dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik oleh sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam tim T-Files. Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi energi terbarukan dari fenomena pasang-surut air laut mencapai 240.000 megawatt. Namun, instalasi yang terpasang belum jauh beranjak dari angka nol.

Menurut Ketua Tim T-Files ITB Nurana Indah Paramita, kunci pengembangan turbin arus laut dengan kecepatan arus laut lemah hanya berdasarkan fenomena pasang-surut laut terletak pada pemanfaatan aerodinamika sirip turbin. Namun, kondisi turbin juga harus dipersiapkan mampu menghadapi kecepatan arus yang kuat.

Pesanan Balitbang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Turbin arus laut karya mahasiswa Institut Teknologi Bandung akhir Juli 2009 diterapkan di perairan Nusa Penida, Bali. Turbin itu terapung di laut dan berhasil menggerakkan generator penghasil listrik 5.000 watt untuk menerangi dermaga yang ada.

Sedikitnya 12 mahasiswa berbagai jurusan di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam kelompok T-Files berhasil merancang turbin arus laut. Penerapan di Nusa Penida merupakan aplikasi paling awal. Pemesan teknologi energi terbarukan ini adalah Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Balitbang ESDM memesan turbin arus laut T-Files dengan investasi Rp160 juta dan masa operasional diharapkan 5-10 tahun. Disusul pada Oktober 2009, turbin arus laut T-Files akan dipasang di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ini merupakan pesanan Departemen Kelautan dan Perikanan.

Indah Paramita (24), Ketua Tim T-Files ITB, Rabu 5 Agustus 2009 di Bandung, Jawa Barat mengatakan bahwa lebih tepatnya, ini turbin pasang-surut laut. Berbeda dengan yang dikembangkan di Eropa, modifikasi turbin T-Files mampu beroperasi dengan tenaga arus laut lemah sampai 0,3 meter per detik. Arus laut mencapai titik paling lemah ketika terjadi peralihan pasang ke surut, atau sebaliknya. Turbin ini lebih optimal bekerja dibandingkan dengan pembangkit listrik terbarukan lain yang kerap diaplikasikan, seperti sel surya yang hanya menghasilkan listrik saat ada sinar matahari.

Perangkat Turbin

Nurana, mahasiswi Program Studi Oseanografi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB angkatan tahun 2004, mengatakan bahwa perangkat turbin arus laut memiliki bagian utama berupa konstruksi penahan beban terbuat dari bahan galvanis logam tahan karat. Konstruksi itu menopang generator di atas turbin dan disangga dua pelampung di sisi kiri-kanan dilengkapi pemecah ombak. Pemecah ombak berfungsi memecah dan mengalihkan gelombang laut, supaya jika terjadi gelombang laut tinggi tidak mengempas perangkat turbin. Jangkar jumlahnya satu agar tidak melawan kekuatan alam. Setiap kali terjadi perubahan arus laut, dengan satu jangkar memungkinkan penyesuaian posisi turbin mengikuti arah arus.

Posisi turbin di bawah generator terbuat dari bahan serat ringan (fiberglass). Bentuk dan ukuran mengacu teknik dari dunia penerbangan dengan sistem airfoil yang memungkinkan perputaran meski arus laut lemah. Ada tiga sirip turbin yang memiliki lubang di bagian atas dan bawah. Dengan lubang-lubang, air laut masuk untuk menambah daya dorong sirip menggerakkan turbin. Dari sisi ukuran, turbin arus laut tidak terlampau memakan tempat. Perangkat turbin yang dipasang di Nusa Penida berukuran panjang 4,5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 2 meter, serta menghasilkan listrik 5.000 watt.

Produksi massal

Tim T-Files merupakan satu kelompok mahasiswa dari berbagai jurusan yang memiliki minat sama dan menjadi bagian kelompok lembaga Inkubator Bisnis dan Industri ITB. Kelembagaan ini ditujukan untuk mendorong mahasiswa mengimplementasi teknologi yang dipelajari selama masa pendidikan. Almarhum Iskandar Alisyahbana merupakan salah satu pendidik ITB yang memelopori keberadaan inkubator ini. Lebih tepatnya, mereka dididik supaya menjadi teknopreneur. Beberapa mahasiswa lain yang tergabung di dalam T-Files adalah Surya Batara (Jurusan Teknik Mesin, 2007), Roland Andira Wala (Jurusan Teknik Mesin, 2005), Lujeng (Jurusan Teknik Mesin, 2005), Titus Deus (Jurusan Metalurgi, 2002), Zetro (Jurusan Teknik Mesin, 2007), Rozikh (Jurusan Fisika Teknik, 2007), Wicaksono (Jurusan Teknik Elektro, 2004), dan Rikha (Jurusan Oseanografi, 2002).

Produksi massal hasil inovasi turbin arus laut telah mendapat sambutan investor dari Jepang. Namun, prioritaskan investor dalam negeri. Kalau memang tidak ada, baru menerima tawaran Jepang (Nawa Tunggal, Turbin Arus Karya Mahasiswa, Kompas Jumat 7 Agustus 2009)

Iklan