Tingkat Pengangguran di Amerika Serikat dan Uni Eropa Semakin Tinggi

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Pada saat muncul optimisme bahwa krisis akan segera berakhir dan perekonomian akan mulai pulih, ternyata tingkat pengangguran di Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin tinggi. Departemen Tenaga Kerja AS dijadwalkan mengeluarkan laporan mengenai ketenagakerjaan. Namun para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran mendekati dua digite.

Para ekonom di Wall Street memperkirakan tingkat pengangguran pada bulan Juni 2009 mencapai 9,6 persen, sedangkan pada bulan sebelumnya yaitu Mei sebesar 9,4 persen. Jika perkiraan itu benar, angka tersebut merupakan angka tertinggi selama 26 tahun terakhir. Semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi yang diperlukan agar dapat menyerap penggangur.

Kenaikan jumlah penganggur disebabkan pemangkasan tenaga kerja yang dilakukan perusahaan-perusahaan. Para ekonom memperkirakan sekitar 363.000 orang kehilangan pekerjaan pada Juni, sedangkan pada Mei sebelumnya sebesar 345.000 orang. Ekonom juga meyakini penutupan pabrik perusahaan otomotif raksasa AS, General Motors, dan perusahaan lainnya sangat memengaruhi kenaikan jumlah penganggur bulan Juni.

Perusahaan diperkirakan akan tetap memangkas tenaga kerjanya hingga akhir tahun. Namun, para ekonom memperkirakan angka pemangkasan akan berkurang. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan akan menjadi sangat hati-hati dalam membuka lowongan pekerjaan baru. Pemangkasan terbesar pada bulan Januari 2009 ketika 741.000 orang kehilangan pekerjaan hanya dalam 1 bulan, angka tertinggi sejak 1949.

Meski perusahaan telah mengurangi jumlah karyawan, mereka masih menolak mempekerjakan karyawan baru hingga perusahaan-perusahaan yakin benar perekonomian akan membaik. Sehingga diperkirakan tingkat pengangguran mencapai 10 persen hingga akhir tahun. Tingkat pengangguran tertinggi di AS setelah Perang Dunia II adalah 10,8 persen pada akhir 1982 saat AS dilanda resesi.

Di Eropa, tingkat pengangguran di 16 negara yang menggunakan mata uang tunggal Eropa, euro, juga naik hingga ke titik tertinggi dalam 10 tahun. Sekitar 15 juta orang tidak memiliki pekerjaan. Eurostat, lembaga statistik Uni Eropa, menyatakan, tingkat pengangguran di Eropa mencapai 9,5 persen pada Mei 2009 atau naik dari 9,3 persen pada April 2009. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 1999. Spanyol mengalami tingkat pengangguran paling tinggi yaitu sebesar 18,7 persen pada bulan Mei 2009, dari 18 persen pada April sebelumnya. Adapun tingkat pengangguran rata-rata di Uni Eropa tetap sebesar 7,7 persen. (Kompas, ”Tingkat Pengganguran di AS Semakin Tinggi”, Jumat 3 Juni 2009)

Iklan