Tuberkulosis Penyumbang Utama Kematian Pada Pengindap Infeksi HIV

9 tahun ago kesimpulan 0

+ HIV dan Tuberkulosis saling meningkatkan progresivitas
+ 4.100 pengindap HIV, 37% disertai tuberkulosis paru, 12% tuberkulosis luar paru
+ Tuberkulosis penyumbang utama kematian pada infeksi HIV.

(kesimpulan) Infeksi HIV yang ditandai penurunan sistem kekebalan tubuh sering disertai berbagai penyakit lain, salah satunya Tuberkulosis, merupakan penyakit infeksi oportunistik yang paling sering dijumpai pada infeksi HIV. Oleh karena itu, kolaborasi penanganan HIV dan tuberkulosis perlu dilakukan. dr Anna Ujainah dari Kelompok Studi Khusus AIDS Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, pada Seminar HIV Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu 15 Juli 2009, di aula FKUI, Jakarta, mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara ketiga terbanyak penderita tuberkulosis di dunia. Hanya 68 persen dari total jumlah kasus tersebut yang bisa dideteksi, dengan 87 persen di antaranya bisa disembuhkan. Tuberkulosis tidak terkontrol di banyak negara. Salah satu penyebabnya adalah epidemi HIV meningkatkan jumlah kasus tuberkulosis. Infeksi HIV dan TB yang bersamaan sering terjadi.

dr Zulkifli Amin juga dari Kelompok Studi Khusus AIDS Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa tuberkulosis di populasi dengan prevalensi HIV yang tinggi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di antara orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kedua penyakit tersebut menimbulkan stigma dan butuh perawatan jangka panjang. Masalah utama penanganan HIV dan tuberkulosis adalah kompetensi sumber daya manusia, kontinuitas persediaan obat antituberkulosis dan antiretroviral, serta kemampuan diagnostik.

Di Poliklinik Kelompok Studi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada saat ini ada sekitar 4.100 orang yang mengalami infeksi HIV dan 37 persen di antaranya disertai dengan tuberkulosis paru serta 12 persen tuberkulosis luar paru, seperti tuberkulosis otak, usus, dan tulang. Tuberkulosis merupakan penyumbang utama kematian pada infeksi HIV.

Jika hampir 50 persen ODHA terkena tuberkulosis, di kalangan penderita tuberkulosis angka kekerapan infeksi HIV juga tinggi, dapat mencapai 10 persen. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang saling mendukung dalam infeksi HIV. Tuberkulosis meningkatkan progresivitas HIV, sebaliknya HIV juga bisa meningkatkan progresivitas tuberkulosis. Penting untuk menelusuri kemungkinan terjadi tuberkulosis serta pengobatan yang tepat pada ODHA. Infeksi HIV ataupun tuberkulosis memerlukan kepatuhan menjalani pengobatan. Pengobatan tuberkulosis selama dua minggu sudah bisa menimbulkan perbaikan klinis, seperti demam hilang, nafsu makan bertambah, dan batuk berkurang. (Kompas, Infeksi HIV Sering Disertai Tuberkulosis, Sabtu 18 Juli 2009)

Iklan