Ustaz Saefudin Rekrut Teroris Dengan Kotbah di Masjid

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Ustaz Saefudin diperkirakan sudah merekrut banyak pemuda menjadi pelaku born bunuh diri. Danni Dwi Permana, 18, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriott, kawasan Mega Kuningan, pada 17 Juli 2009, baru saja lulus sekolah menengah atas (SMA). Warga Perumahan Telaga Kahuripan Kompleks Candraloka, Blok DD14 nomor 5, RT 07/10, Bogor, itu alumnus SMA Yadika 7 Kemang, Bogor. Ia menghilang setelah lulus dan bahkan tidak mengambil ijazahnya.

Danni menghilang bersama Saefudin, imam Masjid As-Surur, Kompleks Candraloka. Lokasi masjid dengan rumah Danni hanya sekitar 100 meter. Danni dipastikan sebagai pelaku bunuh diri di Hotel. JW Marriott berdasarkan perbandingan dengan DNA Jaka, kakak Danni. Setelah pemeriksaan DNA, Jaka yang bekerja di kawasan Jl.Sudirman, Jakarta Selatan, tidak lagi kembali ke rumahnya di Bogor. Polisi mengambil juga DNA ayah Danni, Julkifli Aroni, 49, berupa darah dan rambut.

Warga sekitar tempat tinggal Danni meyakini pemuda dari keluarga berantakan tersebut bersedia menjadi ‘pengantin’ (pelaku bom bunuh diri) atas bujukan Saefudin. Ayah Danni sedang berurusan dengan polisi karena tuduhan membongkar brankas milik majikannya sebagai satpam. Ibu dan adiknya merantau ke Kalimantan. Hubungan Danni dan Saefudin sangat dekat. Bahkan terkesan seperti sapi dicocok hidung. Apa pun diperintahkan Saefudin akan dituruti Danni. Dia sangat nurut kepada Ustaz. Di satu kesempatan, Ustaz melarang makan sate kikil. Danni langsung membuang makanan itu. Saefudin masih punya hubungan saudara dengan Ibrohim, penata bunga di Hotel Ritz-Carlton. Ibrohim alias Boim dicurigai menyelundupkan bom ke Ritz-Carlton dan JW Marriott. Menurut dugaan polisi, pria yang ditembak mati di Dusun Beji, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu pagi 8 Agustus 2009, adalah Boim, bukan Noordin M Top.

Sehari setelah peledakan bom Mega Kuningan 17 Juli 2009, ada orang yang mengaku melihat Noordin di kawasan Perumnas Tangerang, Banten. Orang bertubuh agak gempal itu duduk di boncengan sepeda motor dengan tangan kanan disembunyikan serta tas besar di paha kiri. Pemboncengnya beberapa kali menanyakan alamat dengan terburu-buru, sementara Noordin senyum-senyum saja. Dia tidak mau menatap warga saat pembonceng itu menanyakan alamat. Dari Perum Tangerang ada akses ke Pandeglang, Serang, Merak, dan lain-lain. Dari Tangerang, dia bisa menyeberang ke Riau yang merupakan tempat tinggal ideal baginya.

Saefudin asal Cirebon merupakan anggota jaringan teroris Noordin yang bertugas sebagai pencari ‘pengantin’. Lulusan sebuah universitas dari Yaman itu diperkirakan telah merekrut banyak pemuda melalui pendekatan ustaz dan imam masjid. Selain dekat dengan Danni, Saefudin dikenal sering bersama sejumlah pemuda yang notabene polos dan labil. Tiga bulan lalu, kerap orang asing bertampang Timur Tengah mendatangi rumahnya. Istri Saefudin yang bercadar tidak pernah mau berkenalan dengan tetangga. Aidah, tetangga Danni, mengatakan Saefudin sering mengajak para pemuda berjihad. Dia bakar semangat mereka dan mencuci otak mereka. Saefudin pendatang di Candraloka. Dia menempati rumah kakaknya yang pindah lima tahun lalu. Sudah sekitar tiga tahun ia tinggal di Blok CC3 nomor 6 (Media Indonesia, Perekrut Pengantin Menyaru Ustaz, Selasa 11 Agustus 2009)

Iklan