Wahana luar angkasa Jepang Kaguya Menemukan Uranium di Bulan

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Wahana luar angkasa Jepang, Kaguya, menunjukkan keberadaan uranium di bulan. Temuan terbaru tersebut merupakan bukti pertama keberadaan elemen radioaktif di sana, demikian pernyataan para peneliti. Mereka mengumumkan temuan itu pada Lunar and Planetary Conference ke-40 dan Proceedings of the International Workshop Advances in Cosmic Ray Science. Temuan kandungan mineral uranium telah memunculkan pemikiran bahwa pembangkit nuklir dapat dibangun di bulan.

Kaguya yang diluncurkan pada tahun 2007 dan mengakhiri misinya 10 Juni lalu mendeteksi uranium melalui spektrometer sinar gamma. Alat yang dipakai memetakan komposisi berbagai mineral di permukaan bulan seperti keberadaan torium, potasium, oksigen, magnesium, silikon, kalsium, titanium, dan besi.

Peneliti senior di Planetary Science Institute yang berbasis di Tucson sekaligus anggota tim peneliti Kaguya, Robert Reedy, juga memperoleh elemen lain dan mengonfirmasi hasil sebagaimana ditemukan pada peta lama. Temuan uranium dapat membantu rencana manusia pada masa datang dan lebih jauh kelangkaan uranium di bumi dapat dicukupkan melalui uranium di bulan. (Kompas, ” Uranium Ditemukan di Bulan”, Rabu 1 Juli 2009).